Mahasiswa UNPAM Tolak Ajakan Damai Polisi

Mahasiswa masih melampari polisi dari dalam kampus unpam

 

 

 

 

                               

 

                                                                                               

 

 

 

 

 

Pamulang, FK – Kericuhan antara mahasiswa Universitas Pamulang dengan polisi sempat tenang lalu panas kembali. Di saat suasana mendingin, Kepala Detasemen Brimob Polda Metro Jaya AKBP Bambang mengajak para mahasiswa untuk berdamai. Namun, mahasiswa menolak.

“Kalian itu sudah difoto satu persatu mukanya. Jadi lebih baik kalian pulang, belajar baik-baik. Kalian pulang, kita bubar,” seru AKBP Bambang di dekat kampus yang terletak di Jl Surya Kencana, Pamulang, Tangsel, Kamis (18/10).

Puluhan mahasiswa yang bertahan di dalam kampus menjawab seruan tersebut dengan teriakan hujatan, “Polisi pengkhianat rakyat!”

“Kalian berhenti melempar, kami nggak akan menembak (gas air mata) ke dalam. Kita sama-sama sabar,” jawab Bambang berteriak. Sekali lagi ajakan ini tak direspons. Mahasiswa malah menyanyikan Indonesia Raya. 

Beberapa saat kemudian, puluhan mahasiswa maju ke arah polisi. Namun tiba-tiba ada lemparan batu dari arah mahasiswa. Lalu polisi membalas lemparan batu tersebut dengan lima kali tembakan gas air mata. Puluhan mahasiswa pun kembali mundur. 

Saat ini, para mahasiswa masih bertahan di dalam kampus Universitas Pamulang. Sementara sekitar 30 personel polisi masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian.

Aparat kepolisian telah menutup Jalan Surya Kencana, yang terletak tepat di depan kampus. Jalanan dari arah Ciputat ke, 100 meter sebelum kampus, juga ditutup. Demikian pula dari Pamulang menuju Ciputat ditutup memakai bambu.

Polisi sibuk mengalihkan arus lalu lintas. Pengendara diminta melintas melalui Jalan Pamulang Permai.

You might also like