Jokowi – Basuki : Mereka Bongkar Sendiri, Bukan Dibongkar Paksa

Jokowi dan Basuki saat berbincang – bincang di taman daerah jakarta (sumber foto: okezone)

Jakarta, FK – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membantah adanya beberapa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI yang melakukan penggusuran rumah warga di Muara Angke, Jakarta Utara. Ia pun berjanji akan lebih memperhatikan warga Muara Angke. 

“Tadi malam sudah saya temui di rumah dinas. Jam 10 malam Pak Wagub juga sudah ke Muara Angke untuk memeriksa kebenaran peristiwa itu. Kemudian dari laporan tersebut, tidak ada Satpol PP yang melakukan penggusuran,” kata Jokowi di Jakarta, Senin (29/10). 

Dikatakan Jokowi, warga Muara Angke itu intinya hanya minta diperhatikan. “Mereka hanya minta untuk jangan digusur dan itu mereka bongkar sendiri. Tapi tetap akan kita carikan solusi,” ujarnya. 

Menurut Jokowi, setiap kepala keluarga yang rumahnya digusur sudah diberikan uang kerohiman (uang ganti rugi namun seikhlasnya) sebesar Rp 750 ribu per kepala keluarga. 

“Tapi hanya sebesar itu. Semua ini yang akan saya lihat, sebenarnya anggaran pemerintah untuk mereka berapa,” kata Jokowi. 

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah mengecek langsung ke lokasi penggusuran. Setelah semua dicek di lapangan, Basuki mengatakan tidak ada masalah berat terkait peristiwa itu. 

“Mereka bongkar sendiri, bukan dibongkar paksa. Sudah ada kesepakatan antara Dinas Kelautan dan Pertanian dengan warga. Dan mereka juga sudah dibayar semuanya sebesar Rp 750 ribu,” kata Basuki. 

Sebelumnya, pada Minggu (28/10/2012) malam, sebanyak 20 warga mengadu ke rumah dinas Joko Widodo. Warga mengadukan penggusuran 50 rumah dari 235 rumah yang akan digusur, telah dibongkar paksa oleh Satpol PP DKI. Menurut warga, sekitar 7 petugas Satpol PP datang tiba-tiba dan melakukan pembongkaran pada sekitar 50 rumah.