Episode Terbaru Lakon Bumi

Nathaniel Philip Victor James Rothschild (foto : istimewa)

   

 

                      

 

 

 

 

 

Majalah Forum Keadilan NO.524 TAHUN XXI/15 – 21 OKTOBER 2012

Bakrie Group memutuskan hengkang dari Bumi Plc. Inilah puncak kekesalan keluarga Bakrie terhadap Rothschild.

Pertemuan 16 anggota dewan direksi Bumi Plc di lantai delapan Hotel Orchard Mandarin, Singapura, Kamis pagi pekan lalu, berlangsung agak tegang. Ada Nathaniel Philip Victor James Rothschild, Samin Tan, dan eksekutif Bakrie Group. Merekalah para pemilik saham pengendali dalam perusahaan yang tercatat di Bursa Efek London itu.

Ini merupakan pertemuan yang pertama, setelah pertengahan bulan lalu Bumi Plc mempublikasikan kepada media massa tentang rencana mereka untuk melakukan investigasi kepada anak usahanya, PT Bumi Resources Tbk

BUMI). Sang induk menduga di BUMI telah terjadi penyelewengan dana sebesar 247 juta dan biaya eksplorasi PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) senilai US$ 390 juta.

Rencana investigasi itulah yang menyulut konflik baru antara keluarga Bakrie, sebagai pemilik saham mayoritas Bumi Resources, dengan  Rothschild. Maklum, Rothschild mengantongi 11% saham di Bumi Plc, dan Bumi Plc memiliki 29% saham di Bumi Resources serta 85% saham di Berau.

Itulah kenapa, pertemuan di Hotel Orchard Mandarin, Singapura, berlangsung agak tegang. Dan, suasana bertambah tegang ketika Bakrie Group membawa proposal yang membuat peserta pertemuan terperanjat.

Dalam proposal itu, Bakrie Group menawarkan tukar guling sahamnya di Bumi Plc dengan 29% saham Bumi Resources. Skenarionya,  Bakrie Group, yang kini menguasai 23,8% saham Bumi Plc akan menukarnya dengan sekitar 10,3% saham Bumi Resources. Selanjutnya, sisa saham Bumi Resources sebanyak 18,7% akan dilunasi Bakrie Group dengan pembayaran tunai.

Tawaran dari Bakrie Group ini bisa disebut sebagai episode terbaru dalam konflik pemegang saham di Bumi Plc. Artinya, lewat tawaran tukar guling saham tersebut, Bakrie Group berniat hengkang dari Bumi Plc. 

Saam dan Rothschild

Christopher Fong, Vice President Bakrie Group, menyebut dua alasan besar yang mendorong kelompok usaha milik keluarga Bakrie, mengambil keputusan seperti itu. Pertama, sejak bergabung dengan Bumi Plc tahun 2009 lalu, kondisi bursa di London dan Eropa terus menurun. Sehingga, kondisi ini sangat merugikan perusahaan karena harga saham Bumi Plc tidak mencerminkan asetnya yang sangat bagus di Indonesia, yakni Bumi Resources dan Berau.

Alasan kedua, kongsi dengan Rothschild ternyata berdampak buruk bagi Bakrie Group. “Sudah dua kali Rothschild melakukan tindakan yang sangat merugikan Bumi Plc serta Grup Bakrie,”kata Christopher Fong.

Misalnya saja, pada Oktober tahun lalu, Rothschild mengirimkan surat terbuka melalui media massa kepada Ari S. Hudaya (saat itu CEO Bumi Plc) mengenai tata kelola perusahaan. Tindakan itu, menurut Christopher, sangat tidak etis. Sebab, langkah ini telah membuat saham Bumi Plc turun di Bursa Efek London.

Langkah serupa dilakukan Rothschild beberapa waktu lalu yang ingin melakukan investigasi dugaan penyelewengan dana di Bumi Resources dan Berau. Rencana investigasi tanpa pembahasan menyeluruh di internal Bumi Plc, telah membuat anjlok harga saham Bumi Plc, Bumi Resources, dan Berau.

“Berbagai tindakan yang dilakukan oleh sebagian pemegang saham Bumi Plc sangat merugikan perusahaan dan terutama Grup Bakrie. Inilah yang membuat Bakrie akan meminta balik saham BUMI dan mengembalikan saham Bumi Plc,”ujar Fong.

Fong berharap, penukaran saham Bumi Plc dengan saham Bumi Resources sudah selesai sebelum Natal tahun ini.

Selain mengambil kembali saham Bumi Resources, Grup Bakrie juga berencana untuk membeli 84,7% saham Berau yang dikuasai oleh Bumi Plc. Transaksi ini ditargetkan sudah selesai sebelum 30 Juni 2013. “Rencana Grup Bakrie ini merupakan pilihan terbaik untuk menyelamatkan aset-aset batubara terbesar dan terbaik di Indonesia,” kata Fong.

Atas tawaran itu, manajemen Bumi Plc akan mempertimbangkan. “Kami akan membuat rekomendasi kepada pemegang saham yang lain,”kata eksekutif Bumi Plc yang tidak ingin disebut namanya, setelah pertemuan itu.

Awal Konflik

Saat ini, Bakrie Group memiliki 23,8% saham di Bumi Plc. Porsi saham ini, sama seperti yang dimiliki Samin Tan. Sementara Rothschild mengantongi 11% saham.

Asal tahu saja, kongsi antara Rothschild dengan Bakrie Group dimulai pada 2009. Rothschild—salah satu keluarga bankir terkaya di dunia–lewat Vallar Plc meneken perjanjian jual beli saham dengan PT Bakrie and Brothers Tbk dan beberapa perusahaan dalam kelompok usaha Bakrie.

Dalam transaksi yang, dikenal dengan tukar guling saham itu, PT Bakrie and Brothers Tbk melepaskan 5,2 miliar (25%) saham Bumi Resources di harga Rp 2.500 per saham, senilai Rp 13 triliun kepada Vallar Plc. Dan Vallar ‘membayarnya’ dengan 90,1 juta saham baru Vallar seharga GBP 10 per saham kepada Bakrie. Sehingga. Dengan barter tersebut, Bakrie menguasai 43% saham Vallar Plc, sedangkan Vallar Plc memiliki 25% saham Bumi Resources.

Tak lama setelah transaksi diteken, Vallar Plc berganti nama menjadi Bumi Plc. Kala itu, keduanya masih mesra di Bumi Plc. Bahkan, mereka sempat menambah kepemilikan sahamnya di Bumi Resources sebanyak 3,3% menjadi 32,1%.

Tapi, entah kenapa, diam-diam Rothschild ingin menguasai saham Bumi Plc. Lihat saja ketika pada pertengahan November tahun lalu, dia mengirim surat kepada Ari S Hudaya, CEO Bumi Plc sekaligus CEO Bumi Resources. Ia meminta adanya perombakan radikal di Bumi Plc agar menjadi pemain penting di bisnis pertambangan batu bara.

Dalam surat yang sengaja dibocorkan ke berbagai media di Indonesia, Rothschild mengkritisi tata kelola perusahaan di Bumi Resources dan Berau Energy. Dia juga menyayangkan strategi Bumi Resources yang memperpanjang utang ke perusahaan afiliasi, meskipun tetap berusaha merefinancing kembali utang dengan tingkat bunga yang lebih tinggi.

Hal lain yang dikritisi Rothschild adalah sikap Bumi Resources yang tidak menarik dana sebesar US$ 500 juta di beberapa perusahaan, termasuk di PT Recapital Asset Management. Perusahaan Recapital adalah pemegang saham terbesar ketiga Bumi Plc. Selanjutnya investasi sebesar US$ 75 juta Berau Energy di Chateau Asean Fund tak luput dari kritiknya.

Akibat berseteru dengan Keluarga Bakrie tersebut, Rothschild akhirnya harus lengser dari posisinya sebagai Co-Chairman Bumi Plc setelah Samin Tan sebagai pemilik Renaissance Capital dan PT Borneo Lumbung Energa dan Metal Tbk membeli 23,8% saham Bumi Plc dari PT Bakrie and Brothers Tbk dan Long Haul Holdings. Nilai transaksi tersebut mencapai US$ 1 miliar.

Inilah kemudian yang menyulut konflik berkepanjangan antara keluarga Bakrie dengan Rothschild. Sampai akhirnya mereka bertemu di Hotel Orchard Mandarin, Singapura, pekan lalu.

Hanya saja, ada informasi yang cukup mengagetkan dari eksekutif Bakrie Group. Katanya, sehari menjelang pertemuan di Singapura itu, server email dan telepon Bakrie Group disadap. “Kami sudah melaporkan hal ini kepada Kepolisian Republik Indonesia unit cyber crime,” jelas Christopher Fong.

Christopher mencurigai kelompok tertentu bermain di balik penyadapan ini. Tujuannya, memenangkan kompetisi secara tidak jujur dan ilegal. “Beberapa nama yang kami curigai sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian,”ujarnya.

Siapa kelompok tertentu itu? Rothschild atau siapa? Tunggu saja hasil penyelidikan polisi.

Sukma Utama