PELECEHAN SEKS ANAK

Demo Unpam, 1 Mahasiswa Unpam Tertembak, 1 Pingsan

polisi masih berjaga-jaga di depan kampus universitas pamulang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pamulang FK – Aksi penolakan terhadap kehadiran Wakapolri Komjen Nanan Sukarna di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan masih berlangsung hingga Kamis (18/10) sore. Aksi yang diwarnai bentrok antara polisi dan mahasiswa itu menyebabkan satu mahasiswa terluka tembak dan satu lainnya mengalami lebam di kepala.

“Satu teman kami kena tembakan di perut. Namanya Heri Anggara, Mahasiswa Fakultas Hukum,” ujar James, salah seorang pengunjuk rasa yang ditemui di Gedung Unpam, Kamis siang.

Ia menjelaskan, Heri telah dibawa ke RSUD Pamulang oleh rekan-rekannya untuk menjalani perawatan. Ia belum bisa memastikan jenis peluru yang digunakan. Namun, ia mengaku menyimpan selongsong peluru untuk dijadikan barang bukti. “Selongsongnya ada sama kami,” kata James.

Selain Heri, seorang mahasiswa lainnya bernama Pradipta ikut dirawat setelah mendapat sejumlah pukulan petugas saat bentrok. “Kalau yang cedera ringan sih banyak. Kalau yang parah namanya Pradipta, dipukulin sampai pingsan tadi,” tambah temannya Ilham.

Pada pukul 14.00 WIB, ketegangan terlihat mereda lantaran petugas kepolisian sedang menikmati makan siang. Kesempatan itu digunakan kelompok mahasiswa yang melakukan aksi di dalam kompleks kampus untuk merapat ke gerbang.

“Situasi di dalam cukup kondusif. Kami akan terus melanjutkan aksi sampai polisi benar-benar pergi,” tandas Ilham. Aksi unjuk rasa dilakukan Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) untuk menolak kehadiran Wakapolri di Universitas Pamulang. Kehadiran Wakapolri sebenarnya atas undangan untuk memberikan ceramah di kampus tersebut.

(kmp/dhn)

You might also like