CSIS Dirikan Pusat Kajian Sumitro Djojohadikusumo di Washington

Hashim Djojohadikusumo
Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan dalam peresmian Djojohadikusumo Center for Emerging Economies in Southeast Asia. (Ist)

Washington, FK – The Center for Strategic and International Studies (CSIS) atau Pusat Studi Strategi Internasional secara resmi mendirikan Pusat Kajian Sumitro Djojohadikusumo Untuk Kebangkitan Ekonomi Asia Tenggara atau Sumitro Djojohadikusumo Center for Emerging Economies in Southeast Asia (SDCEESEA) di Washington DC, Amerika Serikat.

Pusat Kajian yang didedikasikan atas nama Sumitro ini merupakan wadah kajian masalah-masalah Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan diketuai oleh Ernest Z Bower, yang saat ini sedang menjabat sebagai penasehat senior dan direktur di Inisiatif Rekanan Program Asia Tenggara dan Pasifik di CSIS.

Dalam peresmian yang dilaksanakan di Gedung CSIS Washington, hadir sekitar 100 orang tokoh antara lain Duta Besar negara Asia Tenggara termasuk Dino Pati Djalal, Dubes RI untuk AS.

Pendanaan Pusat Kajian ini didukung oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo, yang didirikan pengusaha Indonesia Hashim Djojohadikusumo untuk mengenang perjuangan almarhum ayahnya, Professor Sumitro Djojohadikusumo, seorang begawan ekonomi Indonesia dan sering disebut sebagai arsitek ekonomi Indonesia modern.

 “Ikatan antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara menjadi dasar dari seluruh tujuan strategi Amerika,” ungkap presiden dan CEO dari CSIS, Dr. John Hamre dalam rilis yang dikirim ke ForumKeadilan.com, Rabu (10/10).

“Kami hargai dukungan Bapak Hashim terhadap karya yang dilakukan oleh Ernie Bower dan tim Asia Tenggara kami. Fokus mereka pada isu kebangkitan ekonomi merupakan aspek penting pada wilayah ini dan akan menjadikan CSIS sebagai pemain utama pada diskusi kebijakan terkait Asia Tenggara,” lanjutnya.

SDCEESEA akan melakukan penelitian tentang hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan Asia Tenggara, seperti studi komprehensif terhadap hubungan masa depan antara A.S.-Indonesia termasuk rekomendasi di bidang keamanan, politik, ekonomi, ilmu dan teknologi, serta kerjasama people to people untuk 2020 dan selanjutnya

“Ini merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara. Model baru untuk pembangunan ekonomi dan pemerintahan sedang didirikan, dan saya ingin memberikan rasa hormat pada ayah saya dengan memberikan perhatian pada institusi kelas dunia yang tidak hanya memberikan ide, tetapi menjadikannya kebijakan yang relevan dan aplikatif,” tutur Hashim Djojohadikusumo. -blc-