Arkeolog Telah Menemukan Makam Ratu Suku Maya

Guatemala City, FK – Arkeolog dari Guatemala dan Amerika Serikat menemukan makam ratu suku Maya penuh dengan batu giok dan artefak lain yang membuka jalan untuk lebih banyak mengetahui peradaban yang telah lama hilang itu.

Para arkeolog menemukan sisa-sisa peninggalan Ratu Kalomt’e K’abel, yang memerintah pada abag ketujuh, di situs penggalian Peru-Waka di kawasan hutan Peten di bagian utara Guatemala yang panas.

Para peneliti menemukan timbunan batu giok dan vas kecil dari batu pualam berhias wajah seorang perempuan tua dan tulisan nama sang ratu, yang membantu mengidentifikasi penguasa yang telah lama wafat.

“Menemukan sesuatu yang sepenting ini sangat luar biasa. Dia adalah panglima perang tertinggi di kerajaannya,” kata arkeolog David Freidel kepada Reuters.

Sisa peninggalan sang Ratu ditemukan bulan Juni dan sampai sekarang diserahkan kepada para ahli untuk verifikasi identitas sang ratu.

Negara Amerika Tengah bertabur piramid dan reruntuhan dari peradaban kuno suku Maya, yang berkembang pada abad 250-900 SM dan membentang ari Honduras hingga Meksiko tengah.

Potret Ratu K’abel terdapat pada lempengan-lempengan yang berasal dari tahun 692 selama periode klasik Maya, ketika suaminya Raja Wak K’inich Bahlam II memerintah.

Sejarawan yakin K’abel memerintah Calakmul, komunitas Suku Maya yang sering melawan Raja El Zotz yang kuat dan kerajaanya, Tikal, yang kini berada di wilayah perbatasan utara dengan Mexico yang terkenal dengan peninggalan Suku Maya.

Mengartikan identitas pemimpin Suku Maya dari situs penggalian merupakan tantangan. Makam para penguasa seringkali terutup dengan tulisan hieroglif kuno dan gambar-gambar yang menurut para peneliti sulit diartikan secara tepat.

“Kami telah banyak menemukan objek-objek yang menjadi referensi untuk sang ratu dan sangat penting untuk melengkapinya dengan peninggalan dari sang ratu,” kata arkeolog Guatemala Griselda Perez.

(ant)

20121004-131411.jpg

You might also like