Agus Raharjo: Amir Mirza Orang Kepercayaan Siti Masitha.

0

 

Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno dan tangan kanannya yang juga pengusaha, Amir Mirza selama delapan bulan terakhir mencapai Rp 5,1 miliar. Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan uang itu didapatkan keduanya dari ‎suap pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah. Kemudian fee proyek pengadaan barang jasa Pemerintahan Kota Tegal dan setoran dari para kepala dinas. “Selama Januari-Agustus 2017, total keduanya mendapatkan Rp 5,1 miliar termasuk dari pemberian diduga dari setoran bulanan kepala dinas, fee proyek, dan suap pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah,” tutur Agus belum lama ini. Berikut ini penjelasan perihal Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi. Nukilannya:

 Indikasi apa saja sehingga KPK melakukan operasi tangkap tangan?

Indikasinya diduga terkait sektor kesehatan, sejumlah orang kami bawa ke Jakarta. Ada info lokasi disegel di Tegal, besok kami rinci lebih lanjut. Kami konfirmasi benar ada kegiatan OTT yang dilakukan hari ini oleh tim, dilakukan dalam satu rangkaian di tiga kota ada di Jateng sekitar Tegal, Balikpapan, dan Jakarta.

Siti Masitha

 

Saat ini upaya hukum apa yang dilakukan oleh KPK terhadap Wali Kota Tegal Siti Marshita Soepomo?

Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan ketiga tersangka selama 20 hari ke depan. Untuk tersangka SMS ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK C1, AMH ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, dan CHY ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Berapa total pemberian uang yang diamankan oleh petugas KPK terkait penggelolaan dana jasa kesehatan RSUD Kardinah Kota Tegal?

Dari dana jasa pelayanan total berjumlah Rp1,6 miliar yang diindikasikan diterima dalam rentang Januari sampai Agustus 2017. Pada saat operasi tangkap tangan dilakukan pada 29 Agustus 2017, SMS dan AMH diduga menerima Rp300 juta. Dari fee proyek-proyek di lingkungan Pemkot Tegal sekitar Rp3,5 miliar dalam rentang waktu Januari sampai Agustus 2017. Pemberian diduga berasal dari rekanan proyek dan setoran bulanan dari Kepala Dinas. Sejumlah uang di atas tersebut diduga akan digunakan untuk membiayai pemenangan SMS dan AMH di Pilkada 2018 Kota Tegal sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024.

Apakah KPK juga turut menahan pemberi suap?

Sebagai pihak yang diduga pemberi, CHY disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 64 KUHP jo pasal 55 ayat-1 ke-1 KUHP.

Bisa dijelaskan bagaimana kronologi OTT tersebut?

Sebelumnya, kami sampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang menyampaikan laporan kepada KPK tentang akan terjadinya transaksi suap. KPK melakukan pengecekan dan menindaklanjuti laporan tersebut hingga dilakukan OTT di tiga lokasi berbeda, di Jakarta, Tegal, dan Balikpapan.

KPK mengamankan delapan orang, yaitu Wali Kota Tegal periode 2013-2018 Siti Mashita Soeparno (SMS), Amir Mirza Hutagalung (AMH) sebagai pengusaha dan orang kepercayaan SMS, dan Wakil Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal Cahyo Supriadi (CHY). Selanjutnya, Kepala Bagian Keuangan RSUD Kardinah U, mantan Kasubag Pendapatan dan Belanja RSUD Kardinah dan posisi sekarang Kasubag Koperasi UMKM AJ, dua sopir AMH, masing-masing M dan IM serta ACB, ajudan SMS. Sekitar pukul 15.17 WIB tim KPK mengamankan M dan IM di rumah AMH yang difungsikan sebagai posko pemenangan di Tegal.

Di lokasi tersebut, tim menemukan uang tunai senilai Rp200 juta yang dimasukkan dalam sebuah tas berwarna hijau. Uang tersebut, diduga merupakan bagian dari yang diambil M dan U di ruangan Bagian Keuangan RSUD Kardinah pada sekitar pukul 11.40 WIB berjumlah total Rp300 juta. Sejumlah Rp50 juta disetor ke rekening AHM di Bank Mandiri dan Rp50 juta lainnya ke rekening AMH di Bank BCA. Kemudian, sekitar pukul 16,40 WIB tim mengamankan AJ di rumahnya di Tegal. Sekitar pukul 16.50 WIB tim bergerak mengamankan U di rumahnya di Tegal. Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 WIB tim KPK mengamankan SMS beserta ajudan pribadinya ACB di kompleks kantor Wali Kota Tegal.

Di Jakarta, sekitar pukul 16.50 WIB, tim KPK mengamankan AMH di lobi sebuah apartemen di daereh Pluit dan langsung dibawa ke gedung KPK, Jakarta. Di tempat terpisah, sekitar pukul 17.30 WITA, tim KPK mengamankan CHY di sebuah hotel di Balikpapan dan pada pukul 20.00 WITA yang bersangkutan dibawa tim KPK ke Jakarta. Sementara pihak-pihak yang diamankan di Tegal dibawa ke Jakarta sekitar pukul 18.00 WIB melalui jalur udara. Untuk kepentingan penyidikan, tim KPK juga menyegel sejumlah ruangan di beberapa lokasi, antara lain Rumah Dinas Wali Kota, Posko Pemenangan SMS-AMH di Perum Citra Bahari, dan Ruangan Kerja Direktur, Wakil Direktur, dan ruangan Kabag Keuangan RSUD Kardinah.

Siapa Amir Mirza itu?

Amir merupakan orang kepercayaan Masitha. Posisinya itu membuatnya cukup disegani di Tegal. Sebagai pengusaha, ia juga mengenal banyak kontraktor dan peserta tender untuk pengadaan fasilitas kesehatan di RSUD Kardinah. Pasti penelusurannya ke sana. Masih menunggu pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Pemberian uang tersebut tujuannya lebih kepada menyenangkan Masitha sebagai kepala daerah. Dengan demikian, anggaran RSUD Kardinah bisa lebih lancar. Kalau kebiasaan di birokrat supaya anggaran lancar terus, servis untuk atasan, pengalaman yang lalu seperti itu.

 

You might also like More from author