Turnamen Catur Nonmaster Terbesar Digelar di Jakarta

0

Jakarta, ForumKeadilan.com – Dua politisi senior menggelar turnamen catur non-Master di gedung kampus PPLPN Lembaga Administrasi Negara, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11/2017). Dua politisi tersebut adalah politikus PDIP Maruarar Sirait dan mantan politikus PAN Hatta Taliwang.

Turnamen yang digelar selama sekitar 12 jam, dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 20.00 WIB itu diikuti 300 peserta dari berbagai kategori, dan ini merupakan turnamen nonmaster terbesar. Dalam turnamen ini, jumlah hadiah total yang diperebutkan lebih dari Rp 40 juta.

Sebanyak 100 peserta terbaik akan mendapatkan total hadiah tersebut, dengan perincian: juara 1 sebesar Rp6.000.000, juara 2 (Rp4.000.000), juara 3 (Rp2.500.000), juara 4 (Rp1.500.000), dan juara 5 (Rp1000.000).

Sedangkan juara 6-10, masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp750.000, juara 11-20 (Rp600.000), juara 21-30 (Rp500.000), juara 31-40 (Rp400.000), dan juara 41-50 (Rp300.000).

Sementara juara 51-100 akan mendapatkan voucher belanja sebesar Rp100.000.

Saat ditemui di lokasi acara, Hatta Taliwang mengatakan bahwa turnamen ini dimaksudkan untuk memperbaiki turnamen catur, terutama di kalangan nonmaster

“Tujuannya biar ada motivasi untuk main catur lebih serius. Kemudian kami juga ingin memberi contoh bagaimana menyelenggarakan turnamen yang benar,” jelas aktivis yang juga mantan anggota DPR RI ini.

Tujuan lainnya jelas Hatta untuk memotivasi dan memberikan kesempatan kepada peserta nonmaster untuk unjuk gigi secara profesional.

“Jadi agar pecatur non master ikut senang, karena selama ini untuk non master masih kurang,” jelasnya.

Sementara itu, politikus PDIP, Maruarar Sirait saat menyampaikan sambutannya meminta agar wasit dalam turnamen ini harus adil.

“Wasit harus adil, kalau adil peserta tenang dan aman. Demikian juga ngurus negara kalau pemimpinnya adil, negara aman,” kata Ara, sapaan akrabnya.

“Filosofi dari pemain catur itu visinya futuristik. Dia harus tahu 10-20 langkah ke depan.”

Ara juga menyatakan bahwa catur menyatukan perbedaan, termasuk perbedaan dalam politik.

“Saya dengan Bang Hatta Taliwang sering berbeda dari sisi politik. Tapi dalam hal catur kami sama. Itulah indahnya persahabatan,” jelasnya.

You might also like More from author