Menu

“Kasus Dugaan Korupsi PT KAI Adalah Wanprestasi”

Mantan Direktur Utama PT KAI, Ronny Wahyudi (kiri) dan mantan Direktur Keuangan, Achmad Kuncoro, saat menjalani persidangan. (FOTO FK/Ferry Gunawan)

Bandung, FK – Pengacara Ronny Wahyudi, Wa Ode Nur Zainab, menyatakan bahwa perkara dugaan korupsi dana perusahaan PT KAI (Kereta Api Indonesia) adalah kasus wanprestasi. Demikian disampaikannya seusai sidang pembacaan tuntutan terhadap Ronny (mantan Dirut PT KAI) dan Achmad Kuncoro (mantan Direktur Keuangan) di Pengadilan Tipikor, Bandung, Senin (15/10)

Bila dinyatakan bersalah, maka menurutnya, para Dirut BUMN yang lain nantinya bisa takut untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak lain.

“Fakta hukum di persidangan, ini adalah kerjasama investasi antara PT KA dengan PT OKCM. Ini bukan keinginan Dirut. Tapi ini adalah mekanisme di dalam perusahaan yang ingin memperoleh keuntungan dari dana idle yang ada. Yang menentukan OKCM itu bukan Ronny Wahyudi, bukan juga Ahmad Kuncoro. Yang menentukan bahwa yang disetujui adalah PT OKCM adalah komisaris, itu fakta hukum,” jelas Wa Ode.

Menurutnya, tidak ada keinginan atau iktikad dari kliennya agar PT OKCM yang dipilih. “Fakta persidangan juga menyatakan bahwa Ronny tidak menerima satu sen pun dari perjanjian ini. Tidak ada perbuatan melawan hukum dalam perkara ini,” katanya.

“PT OKCM wanprestasi dan itu adalah kewajiban mereka untuk mengembalikan dan kewajiban PT KAI untuk melaksanakan penagihan . Ini bukan suatu tindakan korupsi. Adanya transaksi pembayaran itu menunjukkan jelas bahwa ini perkara perdata.”

“Dapat dibayangkan direktur BUMN tidak akan ada yang mau membuat perjanjian kerjasama dengan pihak lain kalau ini perbuatan seperti ini dijadikan korupsi. Kalau pihak swasta wanprestasi kemudian Dirutnya dijadikan koruptor dan dibawa ke persidangan, maka ini akan menjadi preseden buruk,” pungkasnya.

-A Ferry Gunawan/blc-

Comments

comments