Wapres RI Jusuf Kalla: “Masjid tempat bermusyawarah”

0

Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) meminta agar pengurus DMI kedepannya untuk selalu menjalankan program memakmurkan masjid. Hal ini disampaikan JK dalam Muktamar VII DMI yang mengangkat tema “Mantapkan akselerasi memakmurkan dan dimakmurkan masjid”.

“Dalam mengurus DMI ini kita mempungai program yang harus dijalankan, sehingga betul-betul masjid itu disamping juga dimakmurkan juga memakmurkan masyarakat. Tanpa itu, maka tidak lengkap mengurus masjid itu tanpa masyarakat mengambil manfaat yang besar,” ujarnya saat sambutan dalam Muktamar VII DMI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu 11 November 2011.

Ia menuturkan, salah satu cara memakmurkan masjid itu adalah dengan cara meramaikan ibadah dan juga memelihara masjid dengan baik. Namun, kata dia, yang penting sekali saat ini yaitu bagaimana fungsi masjid itu disesuaikan dengan setiap zamannya.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun jumlah masyarakat yang memakmurkan masjid, rajin ke masjid, makin banyak,” ucapnya.

Ia mengatakan, pada zaman Rasulullah masjid juga disesuaikan dengan zamannya. Di samping dijadikan sebagai tempat ibadah, menurutnya, Rasulullah juga menjadikan masjid sebagai tempat bermusyawarah, tempat mengajarkan pendidikan, tempat mengatur fatwa, bahkan untuk mengatur srategi perang.

“Kita harus tetap menyesuaikan dengan kondisi apa yang kita butuhkan pada dewasa ini. Itulah yang menjadi bagian utama apa yang telah kita lakukan selama ini. Karena itu, kita harapkan juga kepada pengurus wilayah untuk selalu bekerja bersama-sama,” katanya.

Ia menambahkan, setidaknya DMI selam ini telah membuat 10 program dalam upaya memakmurkan masjid. Di antaranya yaitu bagaimana menjalankan program akustik atau perbaikan sound system. Karena, menurut dia, umat Islam yang pergi ke masjid lebih banyak waktunya untuk mendengarkan.

“Setelah saya teliti kalau kita masuk ke masjid, 80 persen waktu mendengarkan, 20 persen waktu ibadah dan doa. Mereka mendengarkan ceramah, pengumuman, dan mendengarkan khutbah, itu 80 persen waktu,” jelasnya.

Namun, tambah dia, jika sound system-nya tidak bagus maka 80 persen waktu itu akan hilang manfaatnya. “Kenapa setiap masuk masjid saya tidak tanya siapa imamnya dulu, tapi saya dengarkan dulu sound system-nya bagus atau tidak. Karena kalau tidak, 80 persen waktu sia-sia,” ujar Jusuf Kalla.

You might also like More from author