Muballigh Indonesia: Hadiah Nobel Aung San Suu Kyi Hendaknya Dicabut

Badan Koordinasi Muballigh Indonrsia siap Bantu Warga Rohingya

0
Konferensi Pers Badan Koordinasi Muballigh Indonesia Terkait krisis kemanusiaan di Myanmar

Jakarta, Peristiwa yang terjadi di Myanmar adalah kejahatan yang luar biasa melanggar HAM dan merupakan tragedi kemanusian terhadap muslim Rohingya, bisa disebut Denosida.Benarkah?

“Ini adalah pembunuhan manusia yang sangat diskriminatif karena korbannya mayoritas muslim,”ujar Prof Dedy Ismatullah,SH,MH selaku Ketua Umum DPP Bakomubin ( Badan Koordinasi Muballigh Indonesia) di Jakarta,pada Selasa (5/8/2017)

Dikatakan Prof Dedy pembunuhan dan pembantain yang terjadi terhadap Muslim Rohingya di Myanmar dibiarkan dan didiamkan.Anehnya tokoh nobel perdamian Aung Saan Su Kyi tidak berbuat banyak.

“Bahwa Pemerintahan Myanmar,telah melakukan tindakan kejahatan kemanusian dan hadiah NOBEL perdamaian Aung Saan Su Kyi agar dicabut atau di tinjau kembali,”tegasnya.

Disinggung terkait sikap nyata Bakomubin,tambah Dedy organisasi akan membantu sesuai dengan kondisi yang ada.

“Baik keuangan maupun bahan makanan akan segera dikirim,”imbuhnya.

Tragedi kemanusian yang menimpa Muslim Ronghya menuai pro kontra dikalangan muslim dunia khususnya Indonesia.Baik demo yang rencananya di candi Borobudur maupun aksi yang akan dilakukan Bakomubin besok (6/8/2017).

“Masyarakat melakukan demo sah-sah saja karena merupakan aksi solidaritas dikalaangan umat muslim meskipun pemerintah melarang demo di pelataran Candi Borohudur.Dan tidak merusak ke bhinekaaan,”terangnya.

Menurut Dedy Aksi apapun yang dilakukan masyarakat adalah untuk mencuri perhatian dunia.Ada apa ini?.

“Agar dunia menjadi tahu,”imbuhnya.

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat apresiasi positif dari Bakomubin.

“Saya mendukung sikap he’s Presiden Jokowi dengan mengirim utusan melalui Menlu RI,Retno Marsudi.Sikap Presiden tidak terlambat,”tandasnya.(han)

 

You might also like More from author