Delapan Terduga Terorris Ditangkap Polisi

0

 

Polisi menangkap delapan terduga teroris di Sulawesi Selatan, Riau, Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam operasi penindakan serentak pada Selasa.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rikwanto di Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017 menjelaskan awalnya polisi menangkap seorang pria bernama Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nur di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

“Yang bersangkutan terlibat dalam kasus bom Gubernur Sulsel tahun 2012,” katanya sebagaimana dikutip Antara.

Kemudian, di Pekanbaru, Riau, polisi menangkap terduga teroris Yoyok Handoko alias Abu Zaid di toko swalayan Indomaret, Jalan Bukit Barisan Pekanbaru.

Yoyok menduga Yoyok terlibat dalam i’dad atau penyiapan kekuatan di Bukit Gema, Kabupaten Kampar; mengikuti pelatihan menembak di Jambi dan ikut merencanakan aksi teror dengan sasaran kantor polisi di Pekanbaru.

Selanjutnya dua terduga teroris ditangkap di dua perumahan berbeda di Jalan Kopkar Raya. Wawan alias Abu Afif ditangkap di Perumahan Pandau Permai, sementara Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim ditangkap di Perumahan Gading Permai.

“Wawan adalah pemimpin JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Pekanbaru. Dia memimpin baiat pada i’dad di Bukit Gema. Dia juga mendorong jaringannya untuk melakukan tindakan teror di kantor polisi, serta mengetahui pelatihan membuat bom dan pelatihan menembak di Jambi,” katanya.

Sementara Beni Samsu menurut polisi merupakan peserta pelatihan di Bukit Gema dan pelatihan menembak di Jambi serta ikut merencanakan aksi teror dengan target kantor polisi di Pekanbaru.

Terduga teroris lainnya, Handoko alias Abu Buchori, ditangkap di Perumahan Griya Taman Anggrek Rambah Jaya, Siak Hulu Kubang Raya, Kabupaten Kampar, Riau.

“Handoko pernah ikut i’dad di Bukit Gema dan pernah mengikuti latihan menembak di Jambi,” katanya.

Selain itu polisi menangkap Nanang Kurniawan alias Abu Aisha di Jalan Kubang Raya kilometer 5, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Di Jawa Tengah, polisi meringkus terduga teroris M. Khoirudin di Jalan Sapen Sukorejo, Kendal.

“Dia adalah penyandang dana kelompok Hendro Fernando yang terkait kasus MIT (Mujahidin Indonesia Timur) Poso periode 2015-2016,” katanya.

Adapun di Jawa Timur, polisi menangkap Hendrasti Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir di Jalan Raya Ponorogo Pacitan, Kabupaten Ponorogo.

Koko alias Jarwoko menurut polisi membantu menikahkan pelaku yang terlibat rencana bom bunuh diri di Istana Negara yakni Dian Yulia Novi dan Nur Solikhin.

Selain itu terungkap bahwa Koko pernah menjadi anggota grup Telegram yang anggotanya juga meliputi Bahrun Naim, tokoh kelompok teroris ISIS asal Indonesia.

You might also like More from author