Satu Lagi Bukti Bahwa PKI Masih Ada

Ada Demosntran Meembawa logo palu ari

0

 

Banyak yang meragukan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) masih bergerilya. Sudah berulangkali penegak hukum mengamankan orang yang membawa logo palu arit, lambang PKI, Kali ini, Kejaksaan Negeri Banyuwangi mendapat apresiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, setelah menahan Heri Budiawan alias Budi Pego, koordinator demo berlogo palu arit di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

 

Pemakai kaos berlogi palu arit yang ditangkap polisi

Langkah tersebut dinilai sangat tepat sebagai upaya penegakan supremasi hukum di Indonesia, khususnya di Bumi Blambangan.

“Kita sangat meng apresiasi, aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan telah menjunjung tinggi penegakan hukum terkait organisasi terlarang, partai Komunis,” kata Wakil Ketua PCNU Banyuwangi, H Nanang Nur Ahmad kepada wartawan, Selasa (5/9/2017).

Dalam kasus ini Nanang juga mengajak masyarakat untuk tidak mencampur aduk antara akstivitas demo dan kemunculan logo palu arit. Meskipun keduanya muncul dalam satu kejadian.

“Demonstrasi atau menyampaikan pendapat di muka umum itu adalah hak warga negara, tapi mengibarkan lambang organisasi terlarang itu sudah melanggar hukum. Dan jika itu dilakukan, artinya akan menjadi musuh negara, musuh seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ormas Pemuda Pancasila (PP) Banyuwangi. Mereka mendukung penahanan, Heri Budiawan alias Budi Pego.

“PP mendukung penahanan koordinator aksi, karena kami menilai dia paling bertanggung jawab dalam aksi tersebut,” tegas Ketua PP Banyuwangi, Eko Suryono.

Jadi, lanjut dia, sudah sewajarnya Budi Pego menjalani proses hukum. Dan penahanan merupakan bagian proses hukum saat seseorang sudah dianggap cukup bukti serta telah ditetapkan sebagai tersangka.

Eko mengingatkan, terkait kekejaman PKI, Banyuwangi memiliki catatan sejarah kelam. Yakni, 60 orang lebih kader GP Ansor telah menjadi korban kekejaman laten komunis pada 18 Oktober 1965.

“Bahkan di lokasi pembantaian, di Dusun Cemetuk, Desa Cluring, telah didirikan monumen. Itu jangan dilupakan!,” ungkapnya.

Pada 4 April 2017 lalu, Budi Pego bersama sejumlah masyarakat menggelar demo tolak tambang di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Mereka mengibarkan spanduk bergambar mirip lambang PKI. Atas perbuatannya, demonstran harus menjalani pemeriksaan petugas lantaran diduga telah menyebarkan paham Komunis. Dan Senin (4/9/2017) kemarin, Budi Pego ditahan.

You might also like More from author