Bikin Malu Almamater Menciderai Partai, Itulah Indra Piliang

Politisi Golkar Yang Mengkonsumsi shabu-shabu untuk menghilangkan penat

0

 

Selama ini Indra J Piliang cukup tersohor sebagai pengamat dan peneliti bidang politik, pemerintahan daerah, konflik, pertahanan, keamanan, hingga otonomi daerah. Sekarang dia semakin kondang setelah ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya di sebuah tempat karaoke di Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu malam (14/9/2017).

Indra J Piliang

 

Menurut polisi, urine Indra Piliang positif mengandung narkoba. Tes (urine) awal positif,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada media massa, Kamis (14/9/2017).

Pertama-tama, selain keluarganya, yang dipermalukan tentulah kampus almamaternya, Universitas Indonesia. Sebab, pria kelahiran Pariaman, Sumatera Barat, pada 19 April 1972 ini menamatkan kuliah di Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan lulus pada 1997. Dia melanjutkan studi di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial di universitas yang sama dan lulus pada 2008.

Pihak kedua yang diciderai adalah Partai Golkar. Selesai lulus S1 dari UI, Indra bekerja sebagai editor tabloid Jurnal Reformasi dan Momen. Dua tahun kemudian, dia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), yang didirikan Amien Rais. Dia partai ini, dia sempat duduk menjadi menjadi Staf Departemen Budaya DPP PAN.

 

Pada tahun 2000, Indra dan beberapa tokoh muda PAN memutuskan keluar dari partai ini. Dia lalu menjadi peneliti di CSIS dan kerap diminta menjadi pembicara terkait isu otonomi daerah di berbagai talk show. Ia juga menulis artikel politik di beberapa media cetak nasional.

Indra menjadi peneliti CSIS hingga 2008. Dia kemudian bergabung dengan Partai Golkar. Pada 2013, dia pernah mencoba peruntungan dengan maju dalam pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Pariaman. Meski terdaftar sebagai kader partai beringin, Indra memilih maju dari jalur independen. Ini lantaran permohonan dia ke DPP Golkar tak dihiraukan. Begitu pun permohonan dukungan ke DPP PAN, tak digubris.

Setelah tertangkap, masa depan politik Indra menjadi gelap. Koordinator Bidang Poltik, Hukum, dan Keamanan Golkar Yorrys Raweyai mengaku geram dengan tertangkapnya politikus Golkar Indra Jaya Piliang karena kasus narkotika. Yorrys mengatakan, Golkar tidak akan memberi toleransi kepada kadernya yang terbukti mengkonsumsi narkotika. “Kalau soal itu kita satu, tidak ada toleransi soal korupsi dan narkotika,” ujar Yorrys saat dihubungi pers, Kamis (14/9/2017).

Masa depan akademis Indra pun gulita. Sebab, hanya lembaga pendidikan atau lembaga penelitan salah kaprah yang akan menerima Indra untuk mengajar atau meneliti.

Lalu mengapa orang yang potensial seperti itu bisa terperosok dengan cara memalukan. “Ya tentunya dia gunakan itu bisa menghilangkan rasa penat, menambah stamina bisa juga,” duga Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Menurut Argo Indra telah mengkonsumsi sabu selama satu tahun. Namun dia belum bisa memastikan intensitas Indra dalam memakai barang haram tersebut. Yang pasti, Indra nyabu. Dan itu melanggar hukum.

Soal

 

You might also like More from author