Kerugian PT SHS 65 Miliar

0

Penyidik Kejaksaan Agung menetapkan bekas Kepala Divisi PT Sang Hyang Seri (SHS), Kitot Prihanto dan Kepala Bagian Keuangan Herman Sudiaro sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan kredit modal kerja pada Kantor Regional I PT SHS tahun 2012-2013, ternyata letak kerugian negara yang ‘mainkan’ sebesar Rp65 milyar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum mengatakan penetapan tersangka HS berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus pada 27 Oktober 2017 dengan Nomor: Print-95/F.2/Fd.1/10/2017.

“Penetapan tersangka HS setelah penyidik melakukan pemangilan secara patut dan dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” ucap M Rum, di Kejagung, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Rum menjelaskan bahwa keterlibatan HS karena diduga menyalahgunakan penggunaan kredit modal kerja (KMK) yang tidak dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Sehingga ada temuan letak kerugian negara senilai Rp65 milyar berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di kantor Regional I PT. Sang Hyang Seri (Persero) Tahun 2012-2013,” ucap Rum.

Lanjut Rum, karena sudah berstatus tersangka, jaksa penyidik menjerat HS dengan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 9 UU Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya jaksa penyidik telah memeriksa dua saksi yakni Arief Prayitno, selaku Asisten Manajer Keuangan dan pegawai bernama Agung Nugroho, keduanya dari PT Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional I Sukamandi .

Saat diperiksa keduanya ditanyakan soal penggunaan dan penyaluran dana kredit modal kerja dari PT SHS (persero) Pusat kepada Kantor Regional I PT SHS Sukamandi.

“Tim Penyidik melakukan pengungkapan kasus tipikor pengunaan KMK ini telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi,” tandas dia.

You might also like More from author