Sidang Vonis Kasus Wisma Atlet dan RS Udayana

0

 

Pada Senin 30/11/2017 lalu Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI) Dudung Purwadi dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Jaksa pada KPK menyatakan Dudung terbukti melakukan korupsi secara bersama dan berlanjut dalam dua proyek. Pertama, proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun 2009-2010.

Kedua jaksa mengatakan terdakwa juga terbukti melakukan korupsi dalam proyek Wisma Atlet dan pembangunan Gedung Serba Guna Palembang, Pemprov Sumatera Selatan, tahun 2011.

Dalam kasus pembangunan RS Udayana, Dudung melalui PT DGI telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 25 miliar. Sementara dalam kasus Wisma Atlet, negara meruhi Rp 49,1 miliar.

Atas tuntutan jaksa itu, Dudung bersama tim pembela hukum akan mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

“Pembelaan ada dua, saya pribadi dan tim pembela,” kata Dudung kepada Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Dalam kasus ini, PT Duta Graha Indah Tbk, yang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring juga menjadi korporasi pertama yang ditetapkan sebagai tersangka.

Hari ini, 27/11/2017  Dudung Purwadi menjalani sidang vonis untuk kedua kasus itu. Jadwal  sidang vonis kasus ini akan dimulai pukul 10.00 WIB.

Dudung dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 jo pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.