Sidang Putusan Penyuap Patrialis Akbar

0

 

 

Forumkeadilan.com. Hari ini, Senin,21 Agustus 2017, Basuki Hariman dan Ng Fenny akan menjalani sidang putusan perkara suap hakim konstitusi, Senin (21/8) hari ini. Keduanya didakwa bermaksud memuluskan permohonan uji materi undang-undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Pada 31 Juli 2017, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut pengusaha impor daging Basuki Hariman dengan hukuman 11 tahun penjara terhitung sejak yang bersangkutan ditahan, ditambah denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Sementara itu, Jaksa KPK menjatuhkan tuntutan kepada pegawainya, Ng Fenny, dengan hukuman 10 tahun dan 6 bulan penjara ditambah denda Rp 250 juta subsidair 3 bulan kurungan.

“Menuntut supaya majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi yang mengadili perkara ini memutuskan terdakwa Basuki Hariman dan Ng Fenny terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujar Jaksa Lie Putra Setiawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (31/7/2017)

Sidang perdana kasus pemberian gratifikasi terhadap mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar ini digelar pada Selasa (13/6/2017). Sidang mendengarkan tuntutan penuntut umum.

Dalam tuntutannya, penuntut umum menguraikan bahwa Basuki Hariman selaku pemilik PT Impexindo Pratama, PT Cahaya Timur Utama, PT Cahaya Sakti Utama, dan CV Sumber Laut Perkasa, semuanya bergerak di bidang impor daging sapi, bersama Ng Fenny, General Manager PT Impexindo Pratama meminta bantuan Kamaludin untuk mempercepat dikeluarkannya putusan dan mengabulkan permohonan uji materi Undang-undang (UU) No.41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Patrialis Akbar disebut berperan aktif melakukan upaya untuk mendapatkan uang dari Basuki Hariman dan Ng Fenny terkait proses judicial review yang tengah ditangani oleh Mahkamah Konstitusi.

Atas permintaan agar putusan dipercepat, pada Agustus 2016, Kamaludin kemudian menginformasikan kepada Patrialis dan mantan petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyampaikan bahwa dia akan mempertimbangkan perkembangan pembahasan judicial review tersebut.

Atas usaha Kamaludin, Patrialis kemudian melakukan pertemuan dengan Basuki Hariman pada 14 September 2016 di sebuah restoran milik anak Basuki dan dihadiri pula oleh Ng Fenny dan juga anak dari Patrialis.

Dalam pertemuan Basuki menyampaikan keinginannya dan dijawab bahwa pembahasan perkara tersebut belum dilakukan sehingga para pengaju uji materi diminta untuk membuat permintaan agar permohonan tersebut segera dibahas dan dituruti oleh Basuki Hariman.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.