Pembicaraan Tawar Menawar Fee Politsi PKS Diungkap Jaksa KPK

0

Dalan sidang lanjutan terhadap anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia, Jaksa penuntut umum (JPU) KPK mengungkapkan pembicaraan antara politsi  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dan rekannya, bekas staf honorer Fraksi PKS Muhammad Kurniawan Eka Nugraha.

Dalam perkara ini Yudi didakwa menerima Rp6,5 miliar dan 354.300 dolar AS (sekitar Rp4,6 miliar) atau totalnya sekitar Rp11,1 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng terkait “program aspirasi” milik Yudi untuk pembangunan jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara dalam anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2016.

 

Aseng sebagai tersangka

“Semalam sudah liqo dengan asp ya,” kata Kurniawan dalam SMS kepada Yudi.
“Naam, brp juz?” tanya Yudi.
“Sekitar 4 juz lebih campuran,” jawab Kurniawan.
“Itu ikhwah ambon yang selesaikan, masih ada minus juz yg agak susah kemarin, sekarang tinggal tunggu yg mahad jambi,” balas Kurniawan.
“Naam, yang pasukan lili belum konek lg?”, tanya Yudi.
“Sudah respon beberapa..pekan depan mau coba dipertemukan lagi sisanya,” jawab Kurniawan.

Lili yang dimaksud adalah Kepala Subdirektorat Perencanaan Sumber Daya Air Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Lilik Retno Cahyadiningsih.

Pembicaraan itu terjadi setelah Aseng menyerahkan uang Rp2 miliar dan Rp2 miliar dalam bentuk rupiah dan dolar AS pada Mei 2015 kepada Kurniawan dan selanjutnya diberikan kepada Paroli yang mengantarkan uang ke Yudi.

Yudi juga pernah bercakap-cakap dengan Aseng menggunakan aplikasi “facetime” pada 30 Desember 2015 d irestoran Secret Recipe Senayan City Mall. Saat itu Kurniawan bertemu dengan Aseng.

“Kurniawan menghubungi terdakwa dengan menggunakan aplikasi Facetime setelah tersambung, Kurniawan menyerahkan `handphone` tersebut kepada Aseng,” tambah jaksa Iskandar Marwanto

Kurniawan lalu menerima 214.300 dolar AS dari Aseng. Kurniawan juga masih menerima parfum merek Hermes dan jam tangan merek Panerai yang disimpan dalam kotak “goody bag” warna putihKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana Adia dalam penyidikan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait proyek pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2016.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Yudi sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada Senin (6/2/2017) lalu.

Yudi diduga menerima hadiah atau janji dari So Kok Seng alias Aseng sebagai Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa sebesar Rp4 miliar.

Atas perbuatannya, Yudi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diunah dalam Undang-Undang Nomor 20 Taun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.