Miryam S Haryani Divonis 5 Tahun Penjara

0

Miryam S Haryani terdakwa kasus memberikan keterangan tidak benar pada persidangan korupsi proyek e-KTP, divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Miryam dinyatakan sah telah sengaja melakukan tindak pidana memberikan keterangan tidak benar.

“Terbukti secara sah melakukan tindak pidana dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar. Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun denda Rp 250 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dapat dibayar diganti kurungan pidana selama 3 bulan,” ucap Ketua Majelis Hakim, Frangki Tambuwun saat membacakan vonis terhadap Miryam, Senin (13/11).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai keterangan politisi Hanura itu mengenai adanya tekanan oleh penyidik KPK saat proses pemeriksaan tingkat penyidikan tidak sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan pada persidangan.

Semisal, keterangan dua orang penyidik yang memeriksa Miryam saat itu, Muhammad Irwan, Ambarita Damanik, untuk kemudian dikonfrontir. Dari keterangan para saksi membantah adanya tekanan atau intervensi terhadap Miryam.

Hal itu didukung dengan rekaman CCTV pemeriksaan Miryam dan sejumlah keterangan ahli di persidangan.

“Pernyataan terdakwa adanya tekanan pada pemeriksaan berbanding terbalik dengan tiga penyidik KPK yang memeriksa Miryam S Haryani,” ujar hakim anggota Anwar.

Sementara itu hal yang memberatkan vonis majelis hakim terhadap Miryam S Haryani karena perbuatan mantan anggota Komisi II DPR itu tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, padahal keterangan Miryam saat itu merupakan pembuktian adanya tindak pidana korupsi proyek e-KTP.

“Terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya,” ujar Frangki.

Sedangkan hal yang meringankan dalam vonis tersebut karena Miryam bersikap sopan selama proses persidangan, dan belum pernah dihukum.

Vonis majelis hakim terhadap Miryam lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum pada KPK. Dalam tuntutan jaksa, Miryam dituntut pidana penjara selama 8 tahun denda Rp 300 juta atau subsider 3 bulan kurungan penjara.

Miryam didakwa dengan Pasal 22 Jo undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 35 ayat 1 Jo pasal 64.

You might also like More from author