Jonru Gintang Pihak yang Kalah

0

Sidang praperadilan yang diajukan Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 21 November 2017. Yang menjeratnya dalam kasus dugaan ujaran kebencian dengan termohon Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Sidang dipimpin oleh hakim tunggal Lenny Wati Mulasimadhi. Hakim Lenny menilai semua proses penyidikan, penetapan tersangka hingga penahanan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya dan Kejati DKI Jakarta telah sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

“Proses penyidikan, penetapan tersangka, penangkapan, penahanan dan pengeledahan dan penyitaan terhadap pemohon oleh termohon I dan II adalah sah. Oleh karena semua petitum dan profesi yang haru ditolak untuk seluruhnya,” kata hakim Lenny di PN Jakarta Selatan, Selasa 21 November 2017.

Pada akhir persidangan, hakim Lenny kembali menegaskan bahwa Jonru Ginting dinyatakan sebagai pihak yang kalah. Kepada kubu Jonru Ginting diperintahkan untuk membayar keseluruhan biaya proses persidangan praperadilan yang jumlahnya nihil.

“Menimbang bahwa permohonan pemohon ditolak untuk seluruhnya maka pemohon berada dalam pihak yang kalah, maka kepada pemohon untuk membayar biaya praperadilan ini yang dinyatakan jumlahnya nihil,” pungkas hakim Lenny.

Seperti diketahui, Jonru Ginting dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya atas postingannya di media sosial yang dianggap bernuansa ujaran kebencian.

Laporan Muannas itu diterima polisi dengan nomor LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 31 Agustus 2017. Jonru dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.