Tegas dan Berani

Eksekusi Yayasan Supersemar Tunggu Aksi PN Jaksel

Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Kejaksaan terhadap jaksa AF, Rabu (23/11/2016), karena yang bersangkutan diduga menerima suap Rp 1,5 miliar atas penanganan kasus perkara pembelian hak atas tanah BPN Kabupaten Sumenep yang saat ini ditangani oleh tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur usai menggelar rakor di hotel novotel bogor (24/11). Kelik / radar bogor
0

Mahkamah Agung RI memenangkan kasasi yang diajukan jaksa terkait aset Yayasan Supersemar. Menindaklanjuti putusan itu,
Jaksa Agung HM Prasetyo menunggu langkah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengeksekusi aset Yayasan Supersemar sebesar Rp 4,4 triliun.

“Ya itu kewajiban Pengadilan Negeri untuk segera memenuhi gugatan kita untuk mengeksekusi aset Yayasan Supersemar,” kata HM Prasetyo di Kejagung, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Dia menekankan selama ini Kejaksaan sebagai pihak yang mengugat sudah lama menunggu langkah PN untuk segers mengeksekusi aset Yayasan Supersemar senilai Rp4,4 triliun itu sesuai putusan MA.

“Selama ini kita sabar menunggu gugatan mereka (pihak yayasan Supersemar) yang mengajukan upaya hukum sampai ketingkat MA dan sebagainya, sekarang sudah turun putusannya,” ucap dia.

Dengan putusan MA tersebut, tinggal pihak Pengadilan untuk segera mengeksekusi sesuai tuntutan hukum yang sudah di putus MA. Mengingat biaya amanig yang sudah dikeluarkan kejaksan sangat besar.

“Jadi semua sudah kita lakukan sebagai pihak yang meminta. Sekarang menungu sikap pengadilan. Nanti kita tanyakan lagi, sesuai putusan MA itu ya kan,” papar dia.

Kasus ini berawal saat jaksa agung yang mewakili rakyat Indonesia menggugat Yayasan Supersemar untuk mengembalikan dana yang diselewengkan sejak tahun 1970-an.

Sebelumnya MA mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus eksekusi Yayasan Supersemar setelah yayasan keberatan atas eksekusi tersebut.

Perkara nomor 2003 K/PDT/2017 antara Kejaksaan Agung yang diwakili HM Prasetyo melawan Yayasan Supersemar dengan ketua umum Arisetyanto Nugroho.

Dalam putusan peninjauan kembali (PK), yang diketok oleh ketua majelis I Gusti Agung Sumantha dengan anggota Ibrahim dan Maria Anna Samiyati.

Hakim MA menyatakan Yayasan Supersemar telah melakukan perbuatan melawan hukum dan dihukum harus mengembalikan 75 persen dana yang terkumpul sejak 1974 dengan asumsi 25 persen dana telah disalurkan ke yang berhak.

Sejumlah aset dan rekening Yayasan Supersemar telah dibekukan, Namun saat hendak dieksekusi, Yayasan Supersemar keberatan dan mengajukan perlawanan eksekusi.

Pada 29 Juni 2016, PN Jaksel menyatakan aset yayasan bentukan Soeharo yang diselewengkan hanya Rp 309 miliar hingga Rp 706 miliar. Vonis itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 9 Desember 2016.

Kejagung tidak menerima dan melayangkan kasasi mengingat aset yayasan tersebut mencapai jumlah triliunan rupiah hingga akhirnya MA mengabulkan permohonan kejaksaan agung.

Leave A Reply

Your email address will not be published.