Mantan Asintel Bengkulu akan Diadii

0

Berkas kasus gratifikasi atau suap sebesar Rp150 juta yang melilit mantan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Edi Sumarno. Dalam waktu dekat Kejaksaan Agung akan segera melimpahkan kasus tersebut ke pengadilan.

“Akhir pekan lalu, telah dilakukan pelimpahan tahap pertama ke penuntutan jika dinyatakam lengkap(P21), maka dilakukan tahap dua dan limpah ke pengadilan,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Mida Pidana Khusus (Jampidsus) Warih Sadono, di Kejagung, Senin (30/10).

Menurur Warih, langkah ini sebagai upaya untuk mempercepat penanganan kasus tersebut dan bentuk komitmen Kejaksaan dalam pemberantasan korupsi.

“Jadi, kita profesional dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Ukuran kita fakta hukum dan bukan asumsi” tegas Warih Sadono.

Tersangka dijadikan tersangka, Kamis pekan lalu dan langsung ditahan di Rutan Salemba Cabang Rutan Kejagung.

Dia diduga menerima gratifikasi alias suap terkait penyelidikan kasus proyek irigasi Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu tahun 2015/1016.

Warih sempat mengingatkan apa kasus disidik oleh Kejaksaan Agung berbeda yang disidik oleh KPK. Namun, sampai kini tidak jelas perkara yang tengah diselidiki ES.

Sebelum ini, KPK sempat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kejati Bengkulu dan ditangkap Kasi II Intel Parlin Purba dan penyuap terkait penyelidikan kasus proyek Irigasi Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu.

Dalam kasus ini, telah ditetapkan pula tersangka Kasi II Intel Parlin Purba Kejati Bengkulu, namun disidik terpisah oleh KPK.

Dua tersangka lainnya, pejabat pembuat komitmen (PPK) BSW Sumatera VII Bengkulu, AA dan seorang kontraktor MS, perkaranya sudah diputus PN Bengkulu. Kedua terdakwa dijatuhi masing-masing masing-masing tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

You might also like More from author