Pertanyaan Wakil Rakyat Ini Dianggap Menggelikan Alias Cemen

Pertanyaan anggoota DPR dicitrakan menyudutkan, mencecar, bahkan menggelikan.

0

Secara sekilas saja, bila membaca pemberitaan media massa tentang Rapat Dengar Pendapatr KPK dengan DPR,  terlihat bahwa media massa cenderung  membela KPK yang dipandang mewakili kepentikan publik. Sebaliknya DPR lebih diitrakan mewakili kepentingan koruptor. Terlebih  RDP tersebut  diikuti  oleh Pansus KPK,

Komisioner KPK digambarkan mampu menjawab pertanyaan wakil rakyat dengan lancar dan gamblang. Sebaliknya, pertanyaan anggoota DPR dicitrakan  menyudutkan, mencecar, bahkan menggelikan.

Salah sau  pertanyaan yang dinggap menggelikan adalah pertanyaan dari Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Junimart Girsang menjadi anggota pertama yang mengajukan pertanyaan kepada KPK. Secara panjang lebar, dia mengungkapkan soal aset dan barang bukti sitaan milik KPK. Salah satunya, ia menanyakan barang bukti yang KPK sita dari Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan.
“Ya ini kita hanya ingin kroscek. Harta Harley Davidson, Toyota, Mobil Lexus, Pajero, dan lainnya disita 27 Januari 2014. Akan tetapi dititipkan ke rumah penyimpanan 25 Januari 2015 dititipkan 33,” beber Junimart, Senin (11/9).
Junimart lalu menanyakan apakah mobil-mobil tersebut dilelang atau dikemanakan. Ia pun kemudian mengungkit pada 27 Januari 2014 ada 14 mobil kembali disita.
“Catatan kami, kami tidak menemukan informasi apablia barang-barang ini dititipkan, ada di mana sekarang? 33+14=47 mobil,” beber Junimart lagi.
Komisioner KPK Laode M Syarif, senyum lebar untuk wakil rakyat
Pertanyaan itu pun dijawab Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dengan gamblang. “Saya ingin menjawab beberapa pertanyaan bapak. Terkait barang Tubagus Chaeri Wardhana, dan saya katakan semua barang itu benar adanya, bahkan ada beberapa barang yang belum ada di list bapak di Melbourne dan di Perth dalam bentuk rumah. Ketika waktu kami koordinasikan dengan Rupbasan, khususnya dengan mobil itu, Rupbasan tadinya juga enggak bersedia karena beberapa mobil mewah itu sulit perawatannya. Memang itu bagian Rupbasan. Tapi karena itu terhitung barang mewah karena itu sebagian diparkir di Jakpus dan Kemenkumham,” kata Laode memaparkan.
Barang sitaan itu memang ada, tetapi memang tidak ditaruh di Rupbasan karena terkait perawatan. Tidak hanya itu, ada lagi soal kendaraan pengisian LPG. Karena kalau disita harganya semakin turun, maka tetap dikelola Pertamina.
“Kami sudah bertemu Kemenkeu, Rupbasan, dan pengadilan untuk mencari jalan keluar ikhwal barang rampasan yang jadi tanggung jawab KPK. Tapi kalau yang sudah inkracht itu sedikit gampang, tapi bagi barang yang sudah inkracht pun tak mudah menjualnya, mengingat kasus di belakang barang tersebut. Ada beberapa barang yang kita putuskan untuk kita hibahkan saja kepada negara, karena lebih bagus kita hibahkan ketimbang kita lelang, karena nilai dari barang sitaan itu sendiri bisa turun,” urainya.
“Saya yakinkan bahwa semua yang ada di dalam catatan bapak barangnya ada semua, kalau bapak mau cek langsung kami senang hati akan tunjukkan,” jawabnya.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.