Ketua KPK Mulai Membenahi KPK

Agus Raharjo merapatkan barisan lini penyidik KPK

0

 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo berupaya merapatkan barisan jajaran lembaga, terutama di lini penyidik. Dia berharap friksi di antara penyidik Polri dan internal tak menganggu kinerja KPK dalam memberantas korupsi.  “Harapan saya dengan kejadian ini malah kami lebih kompak. Jangan sampai ada perpecahan,” kata Agus di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).

Agus juga bercerita bahwa telah berpesan kepada seluruh penyidik agar bersatu dan tidak berkubu dalam memberantas korupsi. “Kemarin saya sudah pesan hentikan yang namanya mengelompok sendiri-sendiri. Mari kita  bersatu. Tugas kita masih banyak yang perlu diselesaikan,” lanjutnya.

Beberapa waktu sebelumnya, ia membenarkan adanya friksi di tubuh lembaga antirasuah itu. Namun itu wajar. Sebab, di setiap lingkungan kerja pasti selalu terdapat friksi di sesama anggota. “Di mana tempat Anda bekerja tak ada friksi? Bekerja di mana pun anda (friksi) ada. Kalau saya, yang namanya friksi wajar saja,” kata Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/8/2017). Tetapi f“Bahwa (friksi) itu tidak sampai mepengaruhi keputusan pimpinan KPK.

Direktur Penyidik KPK Brigjen Pol Aris Budiman

 

Rangkaian pernyataan Agus Raho tersebut kelanjutan dari langkah dan ucapan  Direktur Prnyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman. Aris tak mematuhi instruksi pimpinan KPK agar tidak datang memenuhi undangan Pansus Angket KPK. Dalam RDP bersama Pansus, Aris justru membuka sejumlah bobrok yang ada di lembaga antikorupsi itu.

Aris mengaku ada friksi antara penyidik polri dan internal yang tengah bertugas di KPK. Ia juga mengatakan ada penyidik senior yang tak menginginkan keberadaan penyidik Polri di KPK.

Aris langsung disidang internal KPK atas kehadirannya di Pansus itu. Putusan terhadap Aris diperkirakan akan diberikan pekan depan.

Aris juga melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Laporan itu tengah diproses Polda Metro Jaya.

Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen (Pol) Aris Budiman mengaku punya alasan kuat untuk hadir memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sikap Aris yang memenuhi undangan Pansus ini bertolak belakang dengan larangan yang disampaikan pimpinan KPK. “Sepanjang karir saya selama 29 tahun ini pertama kali saya membantah perintah pimpinan,” ujar Aris dalam RDP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Ia mengaku tetap akan datang meski dilarang Pimpinan KPK. Menurut dia, kedatangannya bukan hanya persoalan pribadi untuk mengklarifikasi pertemuannya dengan sejumlah anggota Komisi III saat Pansus tengah berjalan. Dan dia memang datang. Dia menilai keberadaan KPK saat ini menjadi harapan untuk memberantas korupsi, namun saat ini justru ada oknum yang menghambat.

“Kalau masih ada seperti ini itu akan menjadi masalah. Ini bukan sekadar personal bagi saya. Ini untuk kepentingan kita bersama,” lanjut dia.

Sebelumnya, Pimpinan KPK meminta Direktur Penyidikan KPK  Brigjen (Pol) Aris Budiman untuk tidak memenuhi undangan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR.

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.