Bila Saksi Meringankan Mangkir, Berkas Setya Novanto Tetap Dilimpahkan Ke Penuntut Umum

0

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan bahwa berkas perkara Setya Novanto sebenarnya sudah selesai. Tapi KPK masih menunggu beberapa saksi dan ahli meringankan Novanto yang belum diperiksa sehingga berkas perkara belum dilimpahkan ke penuntut umum.

“Berkas penyidikan sudah selesai, karena itu hak dia untuk minta saksi-saksi meringankan.  Untuk itu kami harus melakukan pemeriksaan terhadap saksi,” kata Basaria di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

sebnlumnya Setya Novanto  mengajukan sembilan saksi dan lima ahli yang meringankannya dalam proses penyidikan kasus KTP-e.Antara lain pengacara sekaligus Ketua Bidang Hukum Partai Golkar Rudi Alfonso, Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Plt Sekjen Partai Golkar Aziz Syamsuddin, dan politisi Partai Golkar sekaligus Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa.

Selanjutnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman, Ketua DPD I Partai Golkar NTT Melky Laka Lena, politisi Partai Golkar Anwar Puegeno, Bendahara Umum Partai Golkar Robert Kardinal, dan politisi Partai Golkar Erwin Siregar.

Dua saksi telah pernah diperiksa KPK dalam kasus KTP-e, yaitu Agun Gunandjar Sudarsa dan Rudi Alfonso.

Kemudian ahli yang diajukan pihak Novanto, yaitu ahli hukum pidana Romli Atmasasmita, ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakir, pakar hukum tata negara Margarito Kamis serta dua ahli hukum lainnya masing-masing Samsul Bakri dan Supandji.

Saksi yang hadir pada Senin (27/11/2017) adalah Maman Abdurrahman, Aziz Syamsuddin, dan Margarito Kamis.

Tapi masih ada yang belum hadir. Oleh karena itu, kata Basaria, KPK akan memanggil kembali saksi dan ahli yang belum hadir tersebut. “Nanti kami panggil lagi, sampai ada pernyataan tidak mau memberikan keterangan, baru selesai. Itu hak yang bersangkutan,” ungkap Basaria.

Selanjutnya, kata Basaria, setelah pemeriksaan saksi dan ahli yang meringankan Novanto itu rampung, maka pihaknya segera melimpahkan berkas ke penuntut umum. “Kalau berkas selesai semua, saksi meringankan sudah kami periksa, sudah cukup. Minggu depan kami usahakan,” ucap Basaria.

Tapi, soal kehadiran para saksi  diserahkan kepada masing-masing saksi nanti. “Sehingga terkait dengan kehadiran atau tidak, dikembalikan pada masing-masing saksi dan ahli yang diajukan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Rabu (29/11/2017).
Juru bicara KPK Febri Diansyah
Febri memastikan, penyidik memenuhi hak Ketua DPR itu sebagai seorang tersangka, termasuk soal pengajuan saksi dan ahli yang meringankan. Hal ini sesuai dengan Pasal 65 KUHAP. “Prinsipnya dalam rangka memenuhi aturan hukum acara di KUHAP maka KPK telah lakukan pemanggilan pada saksi dan ahli yang diajukan tersebut,” imbuhnya.
Artinya, kalau saksi meringankan tidak hadir, yang rugi Setya Novanto. Sampai tiga kali dipanggil tidak datang, berkas akan tetap dilimpahkan ke Penuntut Umum.

Sekedar mengingatkan, Setya Novanto ditetapkan kembali menjadi tersangka kasus korupsi KTP-e pada Jumat (10/11/2017), setelah sebelumnya memenangkan gugatan praperadilan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.