Surat Untuk Joko Widodo Dari “Setya Novanto”

0

 

Di kalangan wartawan beredar kopi surat yang ditandatangani Drs. Setya Novanto, Ak, MM yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo beredar di publik, Kamis (7/12/2017).

Surat tertanggal 5 Desember 2017 ini menuliskan empat poin soal kondisi dan keadaan yang dihadapi Novanto.

Dalam surat tersebut, Setya Novanto menceritakan penderitaannya sebagai tersangka.  Kemudian dia meminta perlindungan hukum dan mengungkit jasanya kepada Jokowi.

“Saya mohon perhatian Bapak Presiden, sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini, bermuara pada keputusan dukung mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang”.

Satu dari ke-4 kondisi dan keadaan, menurut surat itu, ketua umum Partai Golkar sekaligus ketua DPR RI periode 2014-2019 itu mengungkapkan keterkaitan kasus yang dialaminya dengan situasi politik yang memanas terkait pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif-Presiden (Pilleg-Pilpres) pada 2019.

Diawali doa dan harapan kesehatan Presiden Jokowi, surat Setya Novanto menegaskan bahwa Partai Golkar mendukung Jokowi menjabat Presiden RI periode 2019-2024 adalah keputusan sah dalam forum resmi. Juga, diklaim bahwa dukungan semua program pemerintah pusat oleh DPR RI merupakan hasil kerjanya.

 

 

Namun begitu, katanya, ada segelintir pihak tertentu yang tidak menghendaki cerita sukses tersebut. Setya Novanto, bahkan, mengakui kriminalisasi dirinya merupakan dampak negatif dukungannya kepada kinerja Presiden Jokowi.

“Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang. Kasus ini (e-KTP) terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK,” ujarnya, sesuai penggambaran ke-3 kondisi & situasi yang dialami dalam tulisannya.

Berikut bunyi surat tersebut:

Kepada YTH

Bapak Presiden Joko Widodo

Di Jakarta

Salam Hormat,

Semoga Bapak dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kekuatan serta perlindungan oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan amanah memimpin negeri ini.

Barsama ini perkenankan saya menyampaikan kondisi dari keadaan yang saya hadapi.

Pertama. Di bawah kepemimpinan saya, keputusan Partai Golkar untuk mendukung Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 adalah keputusan sah, dan dilakukan dalam forum yang sah sebagai keputusan organiasi. Meskipun memang ada segelintir pihak tertentu yang tidak suka Partai Golkar mencalonkan bapak kembali sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kedua. Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan pimpinan dan anggota parlemen. Namun demikian saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program pembangunan Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang.

Ketiga. Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang kasus ini terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK.

Keempat. Saya mohon perhatian Bapak Presiden sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini bermuara pada keputusan dukung-mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang.

Demikian disampaikan kepada Bapak Presiden dan sebagai warga masyarakat yang telah menjadi korban kriminalisasi atas rekayasa kelompok tertentu, saya mohon doa dan perlindungan hukum dari Bapak Presiden selaku Panglima Tertinggi dalam penegakan hukum di negara yang kita cintai ini.

Hormat saya,
Tandatangan
Drs. Setya Novanto, Ak. MM.

Namun, pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, tak tahu soal surat yang diduga diteken kliennya soal upaya kriminalisasi Ketua Umum Golkar nonaktif tersebut untuk menggagalkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini dan masa mendatang.

Fredrich Yunadi, pengacara Setya Novanto

“Saya tidak tahu karena beliau (Setya Novanto) tidak cerita apa-apa. Jangan-jangan surat itu palsu. Terakhir bertemu Pak Setya Novanto jam 15.00 dan tidak cerita apa pun,” kata Fredrich saat dihubungi Tempo, Kamis, 7 Desember 2017.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.