Rumah Yang Degerebek Di Semarang Ternyata Menyimpan 13 juta Butir Pil PCC

0

 

Rumah di Semarang yang digerbeg pada Minggu, 3/12/2017 ternyata menyimpan 13 juta butir pil PCCpil PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol) yang siap edar . Rumah itu berlokasi di Jalan Halmahera Raya, Kota Semarang, serta menangkap pemilik pabrik yang bernama Djoni dan pemilik modalnya, Sri Anggono asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)Komjen Pol Budi Waseso di Semarang, Senin, 4/12/2017 mengatakan, rumah kontrakan yang dijadikan pabrik itu memproduksi hingga jutaan butir per pekan. “Dengan produksi sebanyak itu, keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp2,7 miliar per bulan.”

Ia mengatakan pabrik PCC itu sudah punya pasar dan para pelaku sudah meraup banyak uang dari usaha ilegal yang merusak generasi Indonesia itu.

“Produk ilegal ini dipasarkan ke wilayah Kalimantan,” katanya.

Budi Waseso menjelaskan bahwa aparatnya melakukan pengintaian selama sekitar lima bulan untuk membongkar jaringan itu, yang menurut dia pelakunya bukan pemain baru karena sudah berpengalaman dalam proses peracikan dan produksi obat itu.

 

Situasi di dalam rumah saat digerebeg pada Minggu, 3/12/2017

“Ini termasuk industri profesional. Ruang produksinya didesain kedap suara sehingga lingkungan sekitarnya tidak menyadari,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di Jalan Halmahera Nomor 27, Kota Semarang digerebeg Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Minggu, 3/12/2017. Rumah itu diduga  menjadi pabrik empat produksi pil PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol).

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol Irwanto mengatakan masih dilakukan pendataan berkaitan dengan barang bukti yang diamankan di lokasi tersebut.

Selain di Jalan Halmahera, kata dia, penggerebekan juga dilakukan di sebuah rumah di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, yang diduga dipakai sebagai gudang penyimpanan.

Irwanto menjelaskan penggerebekan dilakukan serentak di dua kota lainnya, yakni Solo dan Tasikmalaya.

Di tiga kota tersebut, lanjut dia, diduga pabrik PCC tersebut beroperasi. “Masih dihitung, termasuk yang di Solo dan Tasikmalaya,” katanya. Ia a jugmenjelaskan dalam penggerebekan serentak ini terdapat dua orang yang turut ditangkap. Keduanya merupakan pengendali produksi pabrik di ketiga daerah tersebut.

Irwanto menuturkan proses hukum selanjutnya akan diserahkan kepada penyidik setelah proses penghitungan barang bukti tuntas.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.