Kereta Bandara Siap Beroperasi

0

 

Berpergian menggunakan pesawat terbang, tentu menyisakan pekerjaan tersendiri yakni menuju bandara. Bagi anda yang tinggal di Jakarta, untuk bisa mencapai Bandara Internasional Soekarno Hatta bukanlah hal yang menyenangkan. Bandara yang berada di wilayah Tangerang Provinsi Banten itu membutuhkan waktu tempuh yang lama. Bukan saja jarak yang jauh tetapi juga kemacetan jalan menjadi kendala utama.

Namun kini, ada alternative lain yang bisa digunakan calon penumpang pesawat untuk bisa mencapai Bandara. Selain bis dan taksi, PT Railink siap mengoperasikan Kereta (KA) Bandara Soekarno-Hatta pada awal Desember 2017. Untuk tahap awal ini, pengoperasian masih sebatas dari Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Bandara Sokarno-Hatta.

KA Bandara Soetta ini menjadi proyek sinergi pertama antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepeser pun. Bertindak sebagai investor, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).

Menteri BUMN Rini Soemarno menunjukkan tiket saat berlangsungnya ujicoba kereta bandara dari Stasiun Bandara Soekarno Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru di Jakarta//ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/17.

 

Dalam pengoperasiannya nanti, akan ada sebanyak 10 trainset KRL, di mana setiap trainset terdapat 6 kereta. Adapun kapasitas per trainset sebanyak 272 penumpang.

Pengoperasian KA Bandara ini rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di antara tanggal 1-4 Desember 2017 sambil menunggu arahan dari Kementrian BUMN.

Pada tahap awal pengoperasian hingga 31 Desember 2017, diberlakukan tarif promosi antara Rp 20 ribu sampai dengan Rp 30 ribu. Sedangkan mulai 1 Januari 2018, Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan berlaku tarif normal sebesar Rp 100 ribu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mencoba kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta untuk pertama kalinya, dengan rute Stasiun Bandara menuju Stasiun Sudirman Baru, Jakarta.

Tak hanya naik, dalam uji coba ini Rini juga mengikuti alur saat seseorang hendak naik kereta api. Mulai dari pembelian tiket di Stasiun KA Bandara, duduk di seat sesuai nomor pesanan, hingga akhirnya keluar dari gerbang kedatangan di Stasiun Sudirman Baru. “Ini pembelian tiket pertama, menggunakan kartu debet perdana, yang langsung naik keretanya,” kata Rini di dalam kereta bandara, Selasa 28 November 2017.

Selama perjalanan, Rini juga meninjau fasilitas yang ada dalam kereta bandara, dari gerbong 1 hingga 6. Dalam satu trainsett, terdapat 6 gerbong yang mampu menumpang 272 penumpang.

Menurut Rini, kehadiran kereta bandara menjadi pilihan bagi para calon penumpang Bandara Soekarno Hatta. Di sisi lain, kehadiran moda transportasi baru ini juga akan meningkatkan nilai tambah bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Dengan adanya kereta bandara ini, kita harapkan bisa menarik minat masyarakat untuk berkendara trasportasi umum dan ke depan terjadi pengalihan sebagian perjalanan berbasis jalan raya ke berbasis jalan rel dari Jakarta menuju ke Bandara, begitu juga sebaliknya,” tambah dia.

Kebanggaan Rini Soemarno terhadap proyek itu tidak terlepas dari adanya sinergi BUMN. Dia mengklaim, teknologi yang digunakan mayoritas hasil karya anak bangsa. “Ini selain KAI, persinyalan dari LEN, keretanya bagus dari INKA, bahkan sistem ticketing dibuat sendiri oleh Railink, jadi ini pembangunannya adalah sinergi antar BUMN, jadi betul-betul jadi karya anak bangsa,” ungkap Rini.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga menjajal perdana jalur KA Bandara dari Stasiun Sudirman Baru, Jakarta hingga ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Kamis 23 November 2017.

Dalam perjalanannya menggunakan KA Inspeksi Wijaya Kusuma, Budi sempat berhenti di Stasiun Batu Ceper untuk meninjau kemajuan pembangunan prasarana kereta api. Setelah kurang lebih 30 menit, Budi kembali melanjutkan perjalanannya. Tiba di Stasiun Bandara Soetta, Budi Karya kembali memastikan kesiapan stasiun dalam melayani penumpang pada awal Desember 2017.

“Dari hasil inspeksi ini tadi, secara keseluruhan sudah bagus sekali, puas, hanya saja ada beberapa hal yang harus dilakukan pembenahan, tapi itu wajar dan tidak signifikan,” kata Budi Karya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto menjelaskan, hari ini mencoba pertama kali jalur kereta dari Stasiun Batuceper sampai Stasiun Bandara Soekarno Hatta sepanjang 12,3 kilo meter (km).

“Uji coba operasi KA Bandara Soetta pada kesempatan kali ini lebih bertujuan untuk mencoba pertama kali trek baru dari Stasiun Batuceper sampai Stasiun Bandara Soekarno Hatta sepanjang 12,3 KM, sebagai bagian dari persiapan soft launching operasi KA Bandara Soetta yang Insya Allah akan dilakukan antara tanggal 1-3 Desember 2017 sesuai arahan Pak Menhub,” ungkap Heru.

Dalam operasinya, Railink menyiapkan 10 trainset KRL (EMU/electrical multiple unit). Setiap trainset memiliki 6 kereta dengan keseluruhan jumlah tempat duduk 272 per trainset.

Selain itu, kereta bandara ini akan beroperasi dengan 82 perjalanan setiap harinya dan headway setiap 30 menit.

Kereta api Bandara bisa mengangkut 33.728 penumpang tiap hari dengan fasilitas premium. Mulai dari tempat duduk yang nyaman, full air conditioner (AC), wifi high speed, sampai dengan fasilitas toilet seperti di pesawat.

“Sedangkan waktu tempuhnya pun relatif cepat, hanya 55 menit dengan rute Stasiun Manggarai – Stasiun Bandara Soekarno Hatta,” dia menegaskan.

Heru menambahkan, dengan pengoperasian KA Bandara Soetta ini nanti diharapkan bisa menambah pilihan bagi masyarakat dalam mengakses bandara terbesar di Indonesia itu. “Jika selama ini hanya tersedia pilihan bertransportasi berbasis jalan raya, maka sebentar lagi akan hadir layanan public transport berbasil jalan rel yang mengusung kenyamanan bagi pelanggan,” tambah Heru.

Diharapkan kereta bandara ini bisa menarik bagi masyarakat dan mampu mengalihkan sebagian perjalanan dari transportasi bus atau mobil, menjadi ke kereta api.

 

IIEN SOEPOMO

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.