Jabar Kembali Raih Provinsi Berkinerja Terbaik Nasional

0
Menkopolhukam Wiranto didampingi Mendagri Tjahyo Kumolo mewakili Presiden Joko Widodo menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas keberhasilan Pemprov Jabar meraih predikat provinsi berkinerja terbaik secara nasional. Tahun lalu Jabar juga berhasil meraih prestasi gemilang ini. Saat ini Aher bersama jajaran Pemprov Jabar berupaya untuk kembali mendapatkan penghargaan berkinerja terbaik tersebut guna meraih Parasamya Puma Karya Nugraha. (Foto: Ade Wiharyana/Rel)

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat kembali meraih predikat sebagai provinsi berkinerja terbaik/tertinggi secara nasional. Penobatan prestasi gemilang ini berdasarkan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) 2016 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2015 oleh Kementerian Dalam Negeri.

Penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat kepada Pemprov Jawa Barat ini diserahkan langsung Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mewakili Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). Penyerahan itu dilakukan pada puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke XXI  tahun 2017, yang dipusatkan di Alun-alun Kota Sidoarjo, Selasa (25/04/2017) kemarin.

Penghargaan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 120-10241 Tahun 2016 tentang Penetapan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional Tahun 2015. Keputusan ini menyebut bahwa Pemprov Jabar, Pemprov Jatim dan Pemprov Kalimantan Timur menjadi tiga besar provinsi berkinerja terbaik nasional. Disusul masing-masing 10 daerah terbaik nasional tingkat kabupaten dan kota dari 415 kabupaten dan 93 kota yang dinilai. Di Jabar sendiri, pemerintah daerah berkinerja terbaik secara nasional diraih oleh Kota Depok, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Banjar dan Kabupaten Kuningan.

Diraihnya penghargaan dua kali berturut-turut ini membuat Jabar berpeluang besar untuk meraih Parasamya Puma Karya Nugraha bila tahun berikutnya mampu mempertahankannya. “Alhamdulillah kita sudah dua kali berturut-turut, mudah-mudahan tahun depan kita raih lagi maka menjadi Parasamya Puma Karya Nugraha,” kata Aher usai menerima penghargaan.

Aher mengungkapkan, program-program inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang telah diterapkannya berjalan dengan sukses. Seperti tiga aplikasi pelayanan publik yang baru baru ini telah diadopsi oleh 17 Provinsi di Indonesia dan menjadi pilot project KPK dalam pencegahan tindak korupsi. Aplikasi tersebut adalah pelayanan perizinan terpadu satu pintu, aplikasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Online berbasis tunjangan perbaikan penghasilan pegawai dan aplikasi e-samsat.

“Kita bersyukur karena program yang kita buat berjalan baik. Awalnya sama sekali tidak diniatkan untuk dapat penghargaan, tapi ternyata pengakuan dari berbagai pihak di luar dugaan kita, tentu ini menyuntik jajaran Pemprov berkinerja lebih semangat lagi,” ungkapnya.

Dalam penilaian untuk tahun ini, kriteria yang dinilai menjadi lebih lengkap dengan ratusan indikator sehingga kompetisi antar daerah pun semakin ketat. Demikian disampaikan Taufik Budi Santoso, Kepala Biro Otda dan Kerjasama Pemprov Jabar yang juga hadir mendampingi Aher. “Kriteria yang dinilai tahun ini lebih lengkap, namun tetap akurat. Kompetisi antar daerah juga menjadi sangat nampak kita rasakan, namun Jabar masih konsisten mempertahankan pencapaian kinerja tahun sebelumnya,” jelas Taufik.

“Dalam penilaian LPPD kali ini, Jabar meraih skor 3,1760, dan hanya terpaut tipis dengan Jatim yang meraih angka 3,1802, sementara peringkat tiga dan peringkat selanjutnya jauh di bawah kita,” tukas Taufik.  (Ade Wiharyana)

You might also like More from author