Perbedaan Dinamika Wartawan DPRD Medan, Denpasar dan Badung

0

Hubungan antara anggota dewan, bagian kehumasan dan wartawan terjalin harmonis di DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kabupaten Badung, Provinsi Bali. “Secara umum, di DPRD Denpasar hubungan wartawan dengan dewan harmonis. Selama ini kami melihat tidak ada masalah,” kata Kasubag Humas dan Protokol DPRD Denpasar, Ida Ayu Putu Martini saat menerima kunjungan studi komparatif wartawan unit DPRD Medan, belum lama ini.

Diakui dia, ada perbedaan dinamika antara wartawan unit DPRD Denpasar dan DPRD Medan. Salah satunya mengenai intensitas peliputan wartawan terhadap kegiatan dewan. “Kami belum pernah buat studi komparatif seperti kawan-kawan DPRD Medan. Ini tentu masukan bagus bagi kami,” katanya didampingi Kabag Keuangan I Made Rakhe.

Biasanya, sambung wanita yang akrab disapa Dayu ini, untuk peliputan kegiatan seperti paripurna, rapat dengar pendapat kerap diikuti oleh wartawan. Namun untuk kegiatan reses ataupun kunjungan kerja dewan, biasanya anggota dewan itu sendiri yang minta diliput. “Untuk advertorial atau iklan kami juga ada anggarkan. Artinya ketika kami butuh publikasi, kami surati media massanya,” katanya seraya menyebut ada delapan media cetak yang terdaftar di Sekretariat DPRD Denpasar.

I Made Rakhe menambahkan, pihaknya setiap tahun ada mengalokasikan anggaran di bagian kehumasan dan protokol. Namun sayang dirinya tidak ingat persis berapa anggarannya, lantaran baru dua bulan menjabat di posisi tersebut. “Di DPRD Denpasar pemberitaannya kecil, beda seperti Badung. Karena memang Badung pusat pemerintahan kita. Di sana juga lebih banyak media yang meliput,” katanya.

Kesempatan itu ia menyebut, Denpasar memiliki APBD senilai Rp2 triliun dengan jumlah pendapatan asli daerah (PAD) Rp800 juta yang diperoleh dari pajak hotel, restoran dan BPHTB.

DPRD Badung Sharing Informasi Penting Untuk Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Di tempat terpisah, DPRD Kabupaten Badung mengapresiasi kedatangan rombongan studi komparatif wartawan unit DPRD Kota Medan. “Dengan kunjungan ini kita bisa berbagi informasi dan menjalin hubungan baik dengan daerah lain,” kata Kabag Umum DPRD Badung, I Ketut Kontiyasa.

Menurutnya, kunjungan ini juga bermaksud untuk saling mengetahui sinergitas antara wartawan, anggota dewan dan bagian kehumasan. “Di sini sangat bagus hubungan kami dengan kawan-kawan media. Mereka merupakan mitra kami,” katanya.

Ia mengungkapkan, PAD terbesar Kabupaten Badung diperoleh dari sektor pariwisata bernilai Rp5,2 triliun dari total APBD Rp6 triliun. Sebelumnya, Koordinator Unit Wartawan DPRD Medan, Zul Ardi Harahap peserta studi komparatif serta Staf Humas DPRD Medan, Sappe Manurung mengucapkan terimakasih atas sambutan dari Sekretariat DPRD Badung dan Denpasar.

Zul Ardi menyampaikan sharing informasi ini sangat penting khususnya dalam peliputan dalam mendukung kinerja legislatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menyambung itu juga, melihat tatanan yang ada di Bali ini nantinya bisa dikembangkan di Medan.

You might also like More from author