Kejari Pangkalpinang Naikkan Status Penyidikan Perkara Kasus Raibnya Barang Bukti Di Rupbasan

0

Pangkalpinang–Raibnya  Barang Bukti berupa balok timah sebanyak 1,6 ton yang dititipkan di Rupbasan Kota Pangkalpinang mendorong pihak Kejaksaan Negeri Pangkalpinang melakukan penyelidikan.
Tidak hanya sampai dipenyeilidikan, bahkan perkara kasus penggelapan Barang Bukti (BB) tersebut kabarnya sudah naik ke status penyidikan.

Pelaksana Tugas Kajari Pangkalpinang, Maiza Choirawan SH melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari, Hendi Arifin SH mengatakan terhitung sejak 26 Oktober 2017, pihaknya telah mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) dalam kasus tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Pangkalpinang Hendi Arifin SH

“Dasarnya, kuat dugaan telah terjadi penggelapan atau penjualan barang bukti (BB) berupa balok timah tersebut,” ungkap Hendi saat menggelar konfrensi pers, Rabu (1/11/2017) di kantor Kejari Pangkalpinang.
Bahkan hari itu juga pihak Kejari Kota Pangkalpinang telah memanggil sekaligus memeriksa seorang mantan Kepala Rupbasan Pangkalpinang yakni Jo.

Jo sendiri menjalani pemeriksaan di Kejari Pangkalpinang sejak pagi hingga berakhir menjelang sore.
Terkait pemeriksaan mantan Kepala Rupbasan Pangkalpinang ini, diakui Hendi Arifin, kalau pihaknya memang melakukan pemeriksaan terhadap mantan pejabat intansi Rupbasan Kota Pangkalpinang (Jo) terkait perkara kasus dugaan penggelapan barang bukti (BB) dari hasil kejahatan yang dititipkan di Rupbasan setempat berupa 1,6 ton timah bentuk balok namun diduga dijual.

“Sampai hari ini kita telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi lainnya,” kata Hendi. Guna kepentingan penyidikan perkara tersebut, Hendi tegaskan pihaknya pun sempat melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan terhadap sejumlah saksi lainnya dari lingkungan intansi kejaksaan itu sendiri.

“Ke depan kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penyidik dari institusi kepolisian untuk diperiksa sebagai saksi,” tegasnya.

Meskipun demikian sampai saat ini kata Hendi, pihak Kejari Pangkalpinang belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. “Untuk tersangkanya kita belum tetapkan. Namun kita akan lakukan ekspos terlebih dahulu barulah kita tetapkan siapa tersangkanya,” terang Hendi di hadapan wartawan siang kemarin. Ditambahkannya, untuk barang bukti yang diduga digelapkan dan dijual adalah berupa balok timah cetakan  seberat 1,6 ton. Romli Muktar

You might also like More from author