KAMMI Menilai UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan Ternoda

Terkait Rencana Audisi Indonesia Idol 2017

0

forumkeadilan.com. Aceh – Audisi Indonesia Idol di tahun 2017 ini akan diadakan di 9 kota di Indonesia,  salah satunya di Aceh. Aceh menjadi lokasi pertama pelaksanaan audisi, acara akan dilaksanakan  pada Minggu, (22/10/2017) besok di daerah Hutan Kota, Blang Padang, Café le More, Café Breaktime, Ulee lheu, Museum Tsunami, Pasar Aceh, Hermes Mall, Kapal Apung, Cabai Mamak, dan UIN Ar-Raniry Aceh.

Terkait dengan rencana audisi tersebut, Tuanku Muhammad selaku Ketua Umum PW KAMMI Aceh sangat menyayangkan jika salah satu tempat pelaksaan acara ini dipilih UIN Ar-Raniry, hal ini diungkapkannya pada forumkeadilan.com Sabtu, (21/10/2017).

Wisma tamu UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Foto/IST)

Menurut Ketua Umum PW KAMMI Aceh ini, seharusnya pihak panitia dalam memilih tempat audisi bisa memikirkan terlebih dahulu dimana tempat yang cocok dan layak. Tidak semua tempat bisa dijadikan sebagai tempat Audisi Indonesia Idol. Memilih UIN Ar-Raniry merupakan kesalahan dalam penentuan tempat. Akibatnya, banyak rakyat Aceh sekarang yang kecewa atas hal ini.

Tidak hanya panitia, pihak Kampus UIN Arraniry juga terkesan membiarkan penyelenggaraan ini terlaksana di UIN Arraniry. Buktinya, acara audisi bisa dilaksanakan di Wisma Tamu UIN Arraniry. Padahal Rektor UIN Ar-Raniry terkenal sebagai salah seorang yang selama ini selalu mengajak masyarakat Aceh untuk menjaga pelaksanaan Syariat Islam. Namun hari ini di kampusnya telah terjadi ajang pencarian bakat Indonesia Idol yang jauh dari nilai-nilai keislaman.

“Kita semua tahu bahwa UIN Ar-Raniry merupakan kampus yang memiliki kesan sebagai tempat menuntut ilmu-ilmu agama Islam dan telah melahirkan kader-kader ulama seperti Almarhum Prof. Shafwan Idris. Namun sekarang UIN Ar-raniry telah ternoda karena mau dijadikan tempat melahirkan calon-calon penyanyi,” kata Tuanku yang juga merupakan Alumni UIN Arraniry ini.

Terkait dengan hal tersebut KAMMI Aceh mendesak pihak UIN Ar-Raniry untuk membatalkan rencana tersebut.

“Oleh karena itu, KAMMI mendesak agar acara audisi Indonesia Idol di UIN Ar-Raniry bisa segera dibatalkan dan tidak dilanjutkan. Agar tidak menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat Aceh,” pungkas Tuanku.

Terkait dengan hal tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA yang ingin dikonfirmasi via handphonenya ternyata tidak aktif, sementara Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat UIN Ar-Raniry Nazaruddin, SE yang berhasil dikonfirmasi media ini mengaku tidak tahu persoalan ini, dan memilih untuk tidak berkomentar.

“Maaf, saya tidak tahu perkara itu, jadi tidak bisa saya komentari,” kata Nazaruddin singkat.

Informasi lain yang diperoleh forumkeadilan.com Sabtu, (21/10) sore dari sumber kampus Islam di Aceh itu mengatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan itu memang benar akan dilaksanakan di Wisma Tamu UIN Ar-Raniry, tapi kegiatan tersebut akan disesuaikan dengan syariat Islam di Aceh.

“Adapun hasil kesepakatan bersama antara pihak Polresta Banda Aceh, Ormas FPI dan Panitia Pelaksana Grab Indonesia Idol, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan, tetapi berdasarkan kesepakatan para pihak, panitia betul-betul harus menjaga marwah Syari’at Islam di Aceh mengingat ini acara Nasional jangan sampai tercoreng atau memalukan Aceh. Saya pribadi tidak setuju acara tersebut dilaksanakan di lingkungan kampus Islam ini,” jelas salah seorang staf UIN Ar-Raniry yang tidak mau namanya dipublikasi media ini. (Hamdani)

 

You might also like More from author