Dugaan Korupsi Sistemik dan Massif di Dinas PU Bina Marga Medan

0

Kasus dugaan korupsi menyeruak di Dinas PU Bina Marga Medan. Aroma rasuah itu nyaris tercium dalam setiap proses dan pelaksanaan proyek yang menggunakan keuangan negara bernilai triliunan rupiah di instansi tersebut. Sayangnya, aparat hukum terkesan tutup mata seolah telah “diberi jatah”.

Dugaan rasuah proyek di Dinas PU Bina Marga Medan ditengarai sudah terstruktur, sistemik dan massif. Nyaris semua pejabat di dinas itu disebut-sebut turut berperan dalam menghamburkan uang negara dengan cara “menyulap” pekerjaan proyek yang mayoritas pelaksanaannya “amburadul”.

Tidak maksimalnya pekerjaan proyek di PU Bina Marga Medan sudah menjadi rahasia umum. Kondisi ini merupakan dampak dari rasuah yang menyeruak di instansi itu. Para rekanan/kontraktor sebelum proses lelang dan pelaksanaan proyek dikabarkan lebih dulu dibebankan bayaran. Mereka konon harus mengeluarkan kocek awal sekitar 10 hingga 15 persen dari nilai pagu proyek yang diduga untuk disetorkan kepada kepala dinas, Khairul Syahnan dan kroninya, melalui oknum-oknum tertentu.

Selain itu, rekanan/kontraktor juga dibebankan biaya pengamanan saat pelaksanaan tender mencapai 7 persen. Selanjutnya dikenakan biaya untuk PPTK, konsultan, pengawas, tim pemeriksa terakhir, bendahara dinas dan bendahara Pemko Medan sekitar 8 persen. Beban biaya tak jelas peruntukkannya itu di luar kewajiban PPh 1 persen dan PPn 10 persen. Normatifnya anggaran dalam setiap pelaksanaan proyek yang tersisa berada di kisaran 63-68 persen dari nilai pagu yang termaktub dalam APBD. Angka itu belum termasuk keuntungan rekanan/kontraktor yang mengerjakan sekitar 10 hingga 15 persen.

Untuk APBD 2017, Pemko Medan menganggarkan sekitar Rp 1,3 triliun untuk Dinas PU Bina Marga. Bayangkan, jika anggaran sebesar itu “dicolong” 30 persen. Tentu lebih dari Rp 350 miliar uang negara untuk pembangunan dinikmati oknum-oknum tertentu.

Tidak heran kalau hasil pekerjaan di lapangan terkesan asal jadi. Contohnya proyek drainase di kawasan Jalan Alfalah Medan dan puluhan lokasi lainnya yang berhasil di investigasi. Rata-rata pekerjaan hanya di atas drainase yang sesuai bestek, sedangkan dibawahnya tidak. Ketebalan yang seharusnya 12, dibangun cuma 5-7 saja. “Kontraktor juga mau untung. Caranya ya seperti itu. Terpaksa jadi maling,” sebut rekanan yang tak mau disebut namanya.

Kadis PU Bina Marga Medan Khairul Syahnan (kanan) saat rapat bersama Kadis Perhubungan Medan Redward Parapat (tengah).

Banyaknya biaya “siluman” dalam proses tender dan pelaksanaan proyek di Dinas PU Bina Marga Medan disebut-sebut tidak terlepas dari peran serta Kadisnya Khairul Syahnan, dua kepala bidang yakni Edi Zalman Syahputra dan Tagor Situmorang.

Khairul Syahnan berulang kali dikonfirmasi wartawan tidak bisa ditemui. Dihubungi melalui telepon genggamnya tidak diangkat, bahkan sengaja direjeck. Dikonfirmasi melalui pesan singkat, juga tidak dijawab. Begitu juga dengan Tagor Situmorang. Pejabat yang diduduk menjadi Kabid Perencanaan ini juga sulit ditemui. Hal sama pun terhadap Kabid Drainase, Edi Zalman. Mantan narapidana kasus pengadaan alat berat senilai Rp 2,6 miliar ini tidak bisa ditemui dan terkesan menghindar. Penempatan Edi Zalman menjadi Kabid di Dinas PU Bina Marga Medan dinilai tidak sesuai UU No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan dan PP No 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Edi Zalman merupakan terpidana 1,4 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Medan medio Mei 2012 silam. Majelis hakim diketuai Denny L Tobing, SH, dalam putusannya menilai terdakwa Edi Zalman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana pengadaan alat-alat berat yang bersumber dari dana  APBD Kota Medan Tahun 2009.

Edi Zalman bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(ZAINUL ARIFIN SIREGAR)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.