DPRD Medan Minta Polisi Jamin Keamanan Pemberi Informasi Narkoba

0
Pimpinan DPRD Medan berfose bersama 13 perwira Sespimen Polri di depan gedung dewan..

DPRD Medan meminta kepolisian dapat memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang memberi informasi terkait bandar dan peredaran narkoba di lingkungannya. “Banyak pemberi informasi peredaran narkoba menjadi terancam dan malah membahayakan diri dan keluarganya. Kami berharap kepolisian mampu memberikan jaminan keamanan,” ucap Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu.

Sabar menyampaikan hal itu saat bersama pimpinan DPRD Medan menerima kunjungan 13 Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staff  Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polisi Republik Indonesia Pendidikan Reguler (Dikreg) angkatan ke-57 Mabes Polri,  Rabu (13/9/2017) kemarin.

Sabar juga meminta pihak kepolisian terus melakukan komunikasi yang baik dengan masyarakat. “Komunikasi antara polisi dan masyarakat harus terus ditingkatkan. Hal ini sangat perlu untuk membangun kerjasama terutama untuk mengetahui informasi mengenai keberadaan pengedar narkoba. Karena tidak mungkin Babinkamtibmas, Lurah dan Kepling tidak mengetahui segala kegiatan di wilayah mereka masing-masing. Untuk itulah dibutuhkan sinergisitas antara pihak kepolisian, Pemerintah Kota Medan dan masyarakat,” tutur anggota Fraksi Golkar tersebut.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Medan, Hendri Jhon. Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengomentari ketidakmampuan pihak kepolisian dalam mengungkap dan menangkap bandar narkoba. Sebab, berdasarkan pengalaman Hendri Jhon sendiri, sampai saat ini ada bandar besar narkoba di Medan, masih tetap bebas beroperasi seakan tidak tersentuh hukum.  “Saya sangat prihatin tentang penanganan hukum oleh pihak kepolisian yang seakan tidak mampu untuk menangkap para pelaku narkoba, termasuk bandar besarnya. Saya sudah pernah dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik karena melaporkan salah satu orang terkaya di Medan yang diduga juga sebagai bandar narkoba,” sebutnya seraya berharap para Pasis Sespimmen Polri Dikreg ke 57 yang akan menjadi pimpinan di Polri nantinya mampu memberantas para bandar narkoba di wilayah kerja masing-masing.

Wakil Ketua DPRD kota Medan, Ihwan Ritonga,SE dari Fraksi Partai Gerindra bersama Ilhamsyah dari Fraksi Partai Golkar sependapat agar narkoba diberantas sampai tuntas, sebab sudah sangat merugikan seluruh lapisan masyarakat. “Sumut sudah masuk kategori darurat narkoba, untuk itu agar pihak kepolisian lebih atensi terhadap narkoba, jangan diberi ampun. Tumpas mulai dari pemakai, penjual sampai ke bandarnya,” terang Ihwan Ritonga.

Maraknya peredaran narkoba, tambah Ilhamsyah, sesungguhnya bukan  kesalahan polisi saja, tapi peran pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan. “Pemerintah juga harus membuat kebijakan dengan memurahkan biaya untuk tes narkoba dari Rp50 ribu menjadi Rp5000, sehingga masyarakat tidak keberatan untuk melakukan test narkoba,” terang Ilhamsyah.

Dalam kunjugan itu, 13 perwira Pasis Sespimmen Polri yang dipimpin Kombes I Wayan Sapata dan Kompol Aldi Subartono yang merupakan mantan Kasatreskrim Polrestabes Kota Medan itu sempat berdialog dengan anggota DPRD Medan seperti Abdul Rani, Landen Marbun, Zulkarnaen, Beston, Hj Amidah. Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Dewan Kota Medan Abdul Aziz dan Humas Yus Lizar Siregar tersebut berlangsung akrab.

Kombes I Wayan Sapata menyebut tujuan mereka ke DPRD  Medan untuk menerima masukan dan saran dari wakil rakyat terkait kondisi keamanan serta upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah kota dalam penanganannya. “Kami ingin belajar untuk mengetahui sejauh mana Pemerintah Kota Medan melalui DPRD menyikapi berbagai permasalahan yang ada termasuk keamanan, permasalahan narkoba, kebhinekaan, dan dampak penyakit masyarakat yang sering terjadi di kota ini,” tukas Wayan.

(ZAINUL ARIFIN SIREGAR/Medan)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.