Danrem Lepas Danyonif 113 Beserta 750 Prajurit ke Pusdiklat Kopassus

0
Komandan Korem (Danrem) 011/ Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono memeriksa pasukan pada upacara pelepasan 750 orang prajurit TNI di jajaran Korem 011/Lilawangsa  di Lapangan Mayonif Jaya Sakti, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, dalam rangka mengikut pendidikan Latihan Pembentukan  (Lattuk) Raider di Pusdiklat Kopassus, Batujajar, Kamis (7/9).(FORUM KEADILAN.COM_ FOTO/Fidel)

Forum Keadialan.Com – Bireuen : Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 113/JS Letkol inf Adhe Hansen beserta 750 orang prajurit TNI di jajaran Korem 011/Lilawangsa dilepas ke Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Pusdik Passus) Batujajar, Kamis (7/9). Seluruh prajurit TNI tersebut akan mengikuti Latihan Pembentukan Raider selama 81 hari.

Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, di Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Kecamatan Juli, Kabupaten Bureuen. Dalam amanatnya Danrem menyampaikan,bahwa Satuan Tempur Batalyon Infanteri 113/JS kedepan akan dinaikan satu tingkat di atas Batalyon Infanteri biasa menjadi Satuan Tempur Batalyon Raider jajaran Korem 011/Lilawangsa di Wilayah Kodam IM.

Tentunya  hal tersebut sudah dikaji secara mendalam dan kompreinsif hal ini tidak terlepas dari penataan organisasi TNI angkatan darat guna menjawab tuntutan dan kebutuhan organisasi agar lebih efektif dan efisien,  serta mampu menjalankan fungsi pembinaan satuan dalam upaya pencapaian tugas TNI angkatan darat secara normal.

Selain itu, terbentuknya Batalyon Infanteri 113/JS menjadi Batalyon Raider dapat menambah kekuatan TNI, Khususnya di jajaran Korem 011/Lilawangsa Wilayah Kodam IM akan lebih solid dan tangguh untuk menghadapi tugas kedepan yang semakin berat, harapnya.

Danrem berpesan, laksanakan latihan dengan sungguh-sunguh, tanam dan kuasai ilmu materi Raider selama pendidikan,serta seluruh prajurit agar dapat menjaga kesehatan dan faktor keamanan. Dan yang terpnting ikuti aturan-aturan yang ada baik dari pelatih maupun siapa saja, karena itu kunci dalam mengikuti latihan. Ungkapnya.

Kolonel Inf Agus Firman Yusmono menambahkan, selesai tahap pendidikan prajurit harus mampu menguasai materi ilmu dan taktik Raider yang diantaranya tahap basis, hutan gunung, pendaratan laut dan rala suntai, serta operasi khusus yang meliputi operasi raid penghancuran, raid pembebasan tawanan, operasi mobud, operasi lawan gerilya dan pertempuran jarak dekat disegala bentuk medan dan cuaca serta latihan pertempuran kota selama 81 hari secara bertahap, bertingkat dan berlanjut yang landaskan perkembangan ancaman dan doktrin yang ada.

Dalam upacara pelepasan tersebut dihadiri, diantaranya Dandim 0111/Bireuen, Ketua DPRK Bireuen, Komandan/Kepala Satuan Dinas Jawatan jajaran Korem011/LW, para Kasi Korem 011/LW, Kapenrem 011/LW, , para Ibu-ibu persit, serta seluruh prajurit TNI Yonif 113/Jaya Sakti.

Seluruh prajurit TNI dari jumlah 750 orang prajurit yang akan mengikuti latihan pembentukan (Lattuk) Raider di pusdik Kopassus masing-masing terbagi dari beberapa  Bataliyon, antara lain dari satuan Batalyon Infanteri 111/KB jumlah 53 orang, Batalyon 112/DJ 38 orang, Batalyon 114/SM 56 orang, Batalyon  115/ML 34 orang, Batalyon  116/GS 23 orang, Kesdam IM 1 orang dan dari Batalyon 113/JS Bireuen sebanyak 533 orang.

Sebelumnya seluruh prajurit sudah mengikuti seleksi dan pemeriksaan yang meliputi Kesehatan Jasmani, Psikologi dan Kesehatan Jiwa serta fisik dan mental yang prima. Tes tersebut dimaksud bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kemampuan setiap personel yang menjadi prasyaratan utama layak atau tidaknya untuk mengikuti pendidikan pembentukan Raider. (FIDEL)

You might also like More from author