Bupati Bangka Kembali di Periksa Penyidik Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung

0

Forumkeadilan.com – Pangkalpinang. Untuk melengkapi pemberkasan perkara kasus korupsi PT Pulomas yang berkedok pengerukan, pihak penyidik kejati Babel kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Kali ini saksi yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan adalah Bupati Bangka, Tarmizi Saat.

Terpantau, Selasa (12/9/2017) Bupati Bangka, Tarmizi nampak hadir di kantor Pidsus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung sekitar pukul 10.00 WIB.

Dengan berpakaian kemeja batik dan kopiah, Tarmizi nampak bergegas ke lantai 2 Pidsus. Namun beberapa saat dia turun tangga lagi. Lalu ke ruangan penyidikan lantai 1.

Hingga azan Zohor berkumandang Tarmizi tetap menjalani pemeriksaan, namun sekira jam 14.00 WIB Tarmizi terlihat keluar dari ruang penyidik dan  langsung menuju mobil yang sedari awal menantinya di halaman parkiran gedung pidsus kejati Babel. Awak media pun bergegas mengejar  Tarmizi untuk mewawancarainya. Namun sayangnya Tarmizi tidak bersedia untuk diwawancarai dan langsung masuk ke dalam mobilnya.

Sementara itu, kasipenkum Kejati Babel, Roy Arland membenarkan adanya pemeriksaan Bupati Bangka,  Tarmizi namun kata Roy, dia diperiksa sebagai saksi.

“Kapasitas dia sebagai saksi. Terkait detil saksi bagaimana itu di penyidik,” demikian Roy.

Roy Arland tambahkan, penanganan kasus ini terus bergulir dan saat ini sedang dalam penghitungan kerugian negara oleh badan pemeriksa keuangan (BPK). “Penanganan kasus ini tetap berjalan dan saat ini sudah sampai dalam penghitungan kerugian negara di BPK,” kata Roy.

Terkait pengembangan tersangka menurutnya masih tetap sama seperti awal lalu. Dimana ada 3 tersangka yakni mantan bupati Bangka Yusroni Yazid dan  2 bos PT Pulomas Sentosa Dirut Sumartono Sudarmadji dan direktur Cabang, Dennis. “Masih sama, belum ada penambahan. Tetapi tergantung dari pengembangan penyidikan bisa saja bertambah,” ucapnya.

Dalam kasus ini diduga kuat telah terjadinya kerugian negara pada kegiatan penambangan berkedok pengerukan di pelabuhan Jelitik dan Air Kantung Sungailiat oleh PT Pulomas Sentosa sejak 2011. Beberapa pejabat Pemkab Bangka yang sudah diperiksa  intensif penyidik sekda Feri Insani dan  Kepala badan pengelolaan pendapatan dan retribusi daerah, Safarudin.

Sementara   pengacara Adistya Sunggara, pihaknya secara hukum menghormati adanya perubahan status klienya dari saksi menjadi tersangka itu.

“Kita hormati kalau memang benar kabar itu (adanya penetapan tersangka) seperti yang dikabarkan media. Namun yang jelas sampai saat ini kita belum tahu apa detil dan ril yang dituduhkan jaksa pada klien. Kalau soal perizinan kita sudah lengkap dari pejabat berwenang,” kata pengacara muda ini.

Menurut sekretaris Peradi Bangka Belitung dalam penanganan perkara ini agar penyidik objektif dan mengedepankan rasa keadilan. Dan tidak menyudutkan klien seakan-akan sudah seratus persen salah. “Azas praduga tak bersalah dalam kasus ini agar dijunjung tinggi. Kalau soal benar dan salah itu kita buktikan dipersidangan nantinya,” ujarnya.

Bagi Adistya klienya yang melakukan pengerukan sejak 2011 belum memperoleh untung. Maka dari itu menurutnya kalau sampai pihak penyidik menuduh ada kerugian harus ditinjau ulang. “Kita tak ada untung, bahkan kita itu mengeruk muara agar nelayan bisa memanfaatkanya. Tapi kalau dikatakan untung dari timah ataupun pasir itu tidak ada bahkan rugi,” sebutnya.

Romli Muktar/(Babel)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.